Selain itu, menjelang Idul Adha, pemeriksaan ini semakin diintensifkan. Karantina Papua bekerja sama dengan instansi terkait untuk memantau titik-titik pemasukan guna memastikan tidak ada “jalur tikus” yang digunakan untuk memasukkan ternak tanpa sertifikat kesehatan yang sah.
Balai Karantina Papua menghimbau kepada seluruh pelaku usaha peternakan agar selalu patuh pada aturan karantina. Kesadaran untuk melaporkan setiap pemasukan hewan sangat penting guna menjaga status kesehatan hewan di Tanah Papua yang saat ini masih terjaga dengan baik dari berbagai penyakit strategis.
Dengan pengawasan yang fokus dan terukur terhadap Brucellosis, Karantina Papua optimis dapat terus menjadi garda terdepan dalam melindungi sumber daya alam hayati hewani di wilayah paling timur Indonesia ini. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Proyek pembangunan jalan yang difungsikan sebagai prasarana ketahanan pangan di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua…
Pneumonia atau yang kerap dikenal masyarakat awam sebagai paru-paru basah masih menjadi "pembunuh" nomor satu…
Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berinisial EM alias L ditangkap…
Pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas aksi…
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) menyiapkan skema kerja sama dengan pihak…
–Anggota personel Polsek Ilu, Polres Puncak Jaya, Bripda Jhon Galu Situmorang, mengalami luka tembak setelah…