Categories: METROPOLIS

Tak Disambut DPRP, Diterima MRP

    Bahkan Ia menyampaikan bahwa orang-orang Papua jadi bodoh karena mereka (DPRP) yang menyusun pasal-pasal ini. “Kalau kamu sayang kami, cinta kami, kamu harus buat sesuatu yang baik di dalam rumah kami, supaya kami juga menghargai kamu,” lanjutnya.

   Ia menegaskan kebenaran harus ditegakan, kebenaran tidak bisa diputar balik di atas tanah ini. Otis mengaku aksi ini tidak membawa kepentingan pribadi tetapi  membawa kepentingan rakyat Papua.

   Ia pun meminta Partai politik untuk duduk bersama, berdiskusi dan saling tukar pikiran dengan MRP untuk membuat kesepakatan bersama demi kemajuan Papua.

    Tak hanya itu, Otis juga menyampaikan kepada KPU untuk tidak menerima calon kepala daerah yang bukan orang asli Papua. “Diturunkan dari surat KPU RI kepada semua KPU yang ada di Papua untuk menerima Bupati, Calon Kapala Daerah, Wakil Kapal Daerah ditingkatkan Provinsi, Kabupaten/Kota harus orang asli Papua,” terang Otis.

   Ia menegaakan Orang Papua bisa  mengurus dirinya sendiri. Dirinya mengaku bahwa dalam aksi demo tersebut Forum Gembala Papua mewakili semua suku-suku yang ada di Papua. “Kami mewakili semua suku-suku, Kami semua baku cinta, baku sayang membangun Papua, saudaraku yang rambut Putih, rambut lurus, rambut keriting, hitam-putih kita papua, kita Indonesia kita NKRI,” tandasnya.

   Sayangnya dalam orasinya itu di Kantor DPR Papua, tidak ada satupun anggota dewan yang merespon ataupun menemui  langsung para pendemo.

  Setelah dari kantor DPR, para pendemo melanjutkan aksinya di halaman depan kantor MRP Papua, di Kota Jayapura. Tibanya di kantor tersebut para aksi demo kembali menyampaikan aspirasi yang sama dan disambut langsung oleh ketua MRP Papua, Nerlince Warmuar, SE, MPd.

   “Tidak salah kamu datang ke gedung tifa ini, kamu datang menabuk tifa dan disini Orang tua menunggu,” kata Ketua MRP Nerlince Wamuar saat menyambut kedatangan para a pendemo, Selasa (16/4).

   Ia menjelaskan lembaga Majelis Rakyat Papua ini lembaga kultur, lembaga ini memperjuangkan hak hidup orang Papua atas negeri. Pemekaran telah terjadi, Merlince menyampaikan sudah ada enam provinsi di tanah Papua dan kita sudah sedikit diatas tanah ini. Menurutnya, MRP telah membentuk Asosiasi MRP setanah Papua.

   Merlince juga menyampaikan bahwa MRP Papua telah membentuk tim khusus untuk mendengar berbagai aspirasi dan keluhan dari orang asli Papua.

“Kita telah membentuk Tim khusus, tugas pokok dari Tim ini hanya mendengar aspirasi dari orang asli Papua aja,” terangnya.

   Setelah dari kantor MRP para pendemo ini langsu bergegas ke kantor Gubernur Papua, setelah tunggu sekian lamanya di kantor Gubernur, para pendemo ini disambut oleh Kesbangpol Provinsi Papua, Musa Isir, S.Sos, MPA. (cr-278/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

2 days ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

2 days ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

2 days ago

Sertifikasi Pramusaji, Perkuat Kompetensi SDM Pariwisata 

  Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…

2 days ago

Dipicu Masalah Asmara, Dua Kelompok Warga di Merauke Saling Serang

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…

2 days ago

Lautan Batu Apung Kepung Pantai Hamadi

Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…

2 days ago