

Menyikapi libur dan cuti bersama lebaran, pelayanan kesehatan di RSUD Jayapura tetap dimaksimalkan, terutam dari tenaga kesehatan yang tidak merayakan lebaran. Tampak pelayanan di RSUD Dok II, Senin (17/4). (FOTO:Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Selama libur dan cuti lebaran Idul Fitri, pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura dipastikan tetap berjalan seperti biasa dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Direktur RSUD Dok II Jayapura, Anton Mote menyampaikan, pihaknya sudah membahas dalam rapat terkait dengan Nakes yang bertugas selama libur dan cuti lebaran Idul Fitri. Bahkan, akan memaksimalkan pelayanan.
“Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan petugas yang sudah kita maksimalkan, terutama kita perankan teman-teman yang nasrani untuk memback up kekosongan dari Nakes muslim yang sedang merayakan Idul Fitri,” terang Anton Mote kepada Cenderawasih Pos, Senin (17/4).
Anton mengaku, stok obat di RSUD Dok II terpenuhi. Meski ada beberapa macam obat yang kurang, namun dalam waktu satu hingga dua hari ke depan akan dilengkapi. “Obat-obatan sudah kami siapkan, termasuk semua unit layanan sudah kita bersihkan mulai dari UGD, rawat inap, laboratorium dan beberapa unit penunjang lainnya,” terangnya.
Kata Anton, selama masa lebaran semua pelayanan terpusat di gawat darurat. Pihaknya juga akan membuka pelayanan lebih cepat dari biasanya. “Kita maksimalkan semua teman-teman nasrani untuk ambil bagian dan lebih memaksimalkan pelayanan di unit rawat gawat darurat,” kata Anton.
Anton Mote juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa, akhir-akhir ini kasus diare dan muntah cukup meningkat di unit layanan RSUD Dok II. Dan ini hampir merata terjadi di Kota Jayapura, hal ini keterkaitan dengan sanitasi, lingkungan, makan minum yang trekontaminasi.
“Kita harap saat hari raya nanti, air bersih diperhatikan, juga perilaku makan minum selama masa lebaran. Karena kasus yang sedang trend saat ini adalah masalah mencret dan muntah muntah,” terangnya.
Selain itu lanjut Anton Mote, penyakit yang paling banyak ditemukan saat lebaran adalah gangguan pencernaan dan alergi terutama pada anak anak. Sehingga itu, pihaknya mengimbau para orang tua lebih safety memperhatikan anak-anak mereka.
“Biasanya pada hari raya anak-anak tidak terkontrol makanannya, sehingga banyak kasus trend naik pada masa lebaran adalah masalah gangguan pencernaan. Mulai dari mencret, muntah dan alergi,” terangnya.
Sementara penyakit pada orang tua di masa lebaran, kata Anton, yakni asam urat, kolesterol cukup meningkat kasusnya dibanding hari hari biasa. Hal ini akibat konsumsi daging ataupun bahan makanan yang meningkatkan kolesterol dan asam urat. (fia/tri)
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…
Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan bahan pokok, khususnya minyak goreng merek Minyakita dan beras,…