Categories: METROPOLIS

Paskah, Ribuan Warga Jayapura Gelar Pawai Obor

JAYAPURA-Peringati hari raya Paskah masyarakat Kota Jayapura dari berbagai denominasi gereja melakukan pawai obor di pusat kota Jayapura yang berlangsung dengan sukacita, Minggu, (17/4) kemarin Pagi.

  Dari Pantauan Cenderawasih Pos, kegiatan pawai obor yang dimulai sejak pukul 03.00 WIT pagi dengan titik Start dari masing-masing gereja tersebut warga jemaat yang terdiri dari pemuda sekolah minggu dan juga orang tua beriringan melakukan perjalanan sambil memuji Tuhan  dengan sukacita mengelilingi jalan yang sudah ditentukan oleh panitia dari masing-masing gereja.

  Ketua Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) Frengki Warer   bersama Komunitas Anak Jantung Kota,  ia mengatakan bahwa ada pengabungan pawai dari setiap gereja akan lebih baik karena pawai ini tujuanya satu.

   “Saya tidak tahu di gereja lain, tapi di kami GKI memang masing – masing jemaat jika mau buat (Pawai) rutenya jelas,  maka perlu juga tahun depan itu perlu ada tempat kumpul baru kita jalan ke mana dengan arah yang ditentukan, dan itu akan ramai dengan pujian, dan harus juga bersama dukungan pemerintah  ini jadi kebiasaan umum dari Gereja ini lebih bagus,” katanya.

  Ia mengatakan, makna dari kegiatan ini juga guna memperingati kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus kristus yang telah mati dan bangkit  dan telah menjadi juru selamat setiap orang.

“Sejak jam 2 malam  masing masing wilayah dari APO, Dok 2 dan Polimak, Klooffkam Semua kumpul satu titik dan jalan masing – masing gereja usai pusat dikota kembali ke gereja, hal ini untuk peringati hari kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus kristus yang telah mati dan bangkit  dan telah menjadi juruselamat setiap orang du dunia,” katanya.

  Koordinator Komunitas Anak Jantung Kota Jayapura, Pendeta Naomi Selan usai menyiapkan anak – anak pasar dan jalanan untuk pawai obor itu mengatakan Momen paskah ini menjadi pusat persatuan umat Tuhan dari berbagai denominasi gereja untuk bersama-sama melihat salib bukan lagi melihat gereja.

  “Jadi Salib itu yang dilihat dan lebih tinggi daripada bendera gereja dan ini yang harus ada dan diperhatikan oleh Gereja, Umat Kristen dan pemerintah yang perlu menjadi perayaan besar bagi orang Kristen di Papua dan di seluruh dunia, Seharusnya momen-momen Paskah seperti ini harus dirayakan secara megah dengan menunjukkan kekerabatan kebersamaan,” katanya.(oel/tri).

newsportal

Recent Posts

Kantor DPR Papua Digeledah Kejaksaan

Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…

12 hours ago

Dokumen Aspirasi Papua Utara Sampai ke DPRP

Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…

16 hours ago

Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong Bikin Heboh, Ini Temuan Ombudsman

Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…

22 hours ago

Cegah Karhutla Berulang, Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove

Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…

23 hours ago

Kualitas MBG Bisa Diratting Bintang 1-5 di Aplikasi

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…

24 hours ago

Banyak Kebun di Kawasan Penyangga Cycloop

Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…

1 day ago