Karena menurut Abisai Rollo, kampung-kampung adat ini merupakan salah satu fokus pembangunan di lima tahun kedepan. “Masyarakat kampung atau masyarakat adat itu merupakan pemilik negeri ini, kalau mereka sejahtera maka pembangunan di kota ini juga pasti berjalan baik,” ungkapnya.
“Bukan berarti masyarakat yang tidak diperhatikan, namun ada hal-hal yang perlu kita pahami dari segi kekhususan. Tetap kita jalankan pembangunan dengan melibatkan semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” lanjutnya.
Bagi ABR, Turkam ini merupakan sebuah pendekatan pembangunan yang sejalan dengan adat dan tradisi orang Papua khususnya masyarakat Tabi. Karena, menyelesaikan persoalan di kampung-kampung itu tempatnya di para-para adat, yang merupakan simbol penyelesaian persoalan yang sudah turun temurun dilakukan oleh masyarakat Papua.
Bagi Walikota yang juga merupakan Ondoafi Besar Muara Tami itu, dengan Turkam ini dirinya bisa lebih dekat mendengar saran dan masukan dari masyarakat adat sebagai pemilik negeri Portnumbay atau tanah Tabi ini.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…
Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…
Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…