Karena menurut Abisai Rollo, kampung-kampung adat ini merupakan salah satu fokus pembangunan di lima tahun kedepan. “Masyarakat kampung atau masyarakat adat itu merupakan pemilik negeri ini, kalau mereka sejahtera maka pembangunan di kota ini juga pasti berjalan baik,” ungkapnya.
“Bukan berarti masyarakat yang tidak diperhatikan, namun ada hal-hal yang perlu kita pahami dari segi kekhususan. Tetap kita jalankan pembangunan dengan melibatkan semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” lanjutnya.
Bagi ABR, Turkam ini merupakan sebuah pendekatan pembangunan yang sejalan dengan adat dan tradisi orang Papua khususnya masyarakat Tabi. Karena, menyelesaikan persoalan di kampung-kampung itu tempatnya di para-para adat, yang merupakan simbol penyelesaian persoalan yang sudah turun temurun dilakukan oleh masyarakat Papua.
Bagi Walikota yang juga merupakan Ondoafi Besar Muara Tami itu, dengan Turkam ini dirinya bisa lebih dekat mendengar saran dan masukan dari masyarakat adat sebagai pemilik negeri Portnumbay atau tanah Tabi ini.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…
Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja…
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…