Categories: METROPOLIS

Sejumlah Infrastruktur Rusak Segera Diperbaiki

JAYAPURA-Bencana banjir dan tanah longsor telah mengakibatkan beberapa infrastruktur seperti jalan, jembatan, sekolahan, rumah ibadah dan lain-lain rusak berat maupun ringan. Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura, Nofdi J. Rampi mengaku tengah melakukan koordinasi dengan Direktur Bina Operasi dari Kementerian PUPR bersama balai sungai, rawa dan pantai untuk melakukan penanganan segera.

   “Saya sudah menyampaikan bahwa yang harus kita lakukan adalah penanganan permanen baik Organda, Kompleks SMA 4, maupun Pasar Youtefa.” ujarnya.

   Dari diskusi tersebut disimpulkan tahap pertama akan dilakukan Detail Engineering Design (DED).  DED ini  adalah produk perencanaan (detail gambar kerja) yang dibuat konsultan perencana untuk pekerjaan bangunan sipil seperti gedung, kolam renang, jalan, jembatan, bendungan, dan pekerjaan konstruksi lainnya.

   Selain sebagai rencana gambar kerja, DED juga bisa digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan perawatan dan perbaikan sebuah gedung atau bangunan. “Mereka menyampaikan untuk melakukan DED sehingga langsung dipaparkan nanti dan saya harap program ini akan jalan untuk mengatasi beberapa titik yang terdampak banjir besar, yaitu SMA 4, Youtefa dan Organda.” terangnya.

   Sementara itu langkah cepat yang dilakukan sejauh ini adalah pembersihan dan pengerukan sedimen bekerja sama dengan PUPR dan BWS. Sumbatan di muara kali dekat Pasar Youtefa akan ditangani bekerjasama dengan BWS. Begitu juga dengan tanggul SMA 4 yang jebol sudah sementara diperbaiki. Sementara di Organda sudah melakukan penanganan pengerukan di sungai ke arah Emerauw.   

    “Ujung organda. Sudah selesai  dan beberapa sedimen yang terjadi di pemukiman organda beberapa sudah kami lakukan pengerukan dan akan berlangsung lagi.” tambahnya.

   Selain itu, jalan poros masuk Organda, terutama  daerah-daerah yang rusak parah akan ditangani untuk dilakukan pola pengerasan kaku melalui Cor Beton. “Karena kalau dengan pola pengaspalan,  itu kan daerah rendah yang selalu terendam, sangat mungkin selalu cepat rusak, sehingga kami lakukan pola penanganan dengan cara ruas jalan dari jembatan yang sering terendam itu ke arah pemukiman ujung Emerauw akan kami lakukan penanganan dengan pola pengerasan kaku. Sehingga manakala itu juga masih terendam, dia tidak merusak infrastruktur secara cepat.” tandas Nofdi yang berharap langkah-langkah preventif tersebut bisa bermanfaat. (Rhy/tri)

newsportal

Recent Posts

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

4 hours ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

5 hours ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

6 hours ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

7 hours ago

Jadi Kapolri, Harta Kekayaan Suyudi Ario Seto Tercatat Rp 5,8 Miliar

Dalam laporan tersebut, kekayaan Suyudi terdiri atas sejumlah aset tidak bergerak dan bergerak. Untuk tanah…

8 hours ago

Kapolri Suyudi jadi Harapan Baru untuk Institusi Polri

”Kapolri baru, harapan baru untuk membenahi institusi Polri,” ujar Abdul Rachman Thaha yang akrab disapa…

9 hours ago