Melalui kegiatan ini, BMKG berharap terbentuk komunitas masyarakat tangguh bencana yang mampu bertindak cepat, tepat, dan aman dalam menghadapi kondisi darurat di kemudian hari.
Rustan Saru, menilai bahwa upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pesisir dalam mitigasi bencana memiliki peran yang sangat penting untuk menyelamatkan jiwa ketika bencana terjadi.
Menurutnya, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, seperti di Kampung Holtekamp dan sekitarnya, hidup berdampingan langsung dengan potensi ancaman alam, khususnya gempabumi dan tsunami.
Oleh karena itu, pemahaman tentang langkah-langkah pencegahan, kesiapsiagaan, serta tindakan penyelamatan diri harus terus diperkuat. “Warga pesisir harus memiliki kesiapan yang baik. Ilmu mitigasi ini bukan hanya teori, tapi panduan nyata untuk menyelamatkan diri dan orang lain saat bencana datang,” ujar Rustan Saru.
Kata Rustan, SLG ini akan menjadi sarana penting untuk membangun budaya sadar dan siaga bencana di tengah masyarakat.
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…
Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…