

Direktorat Lalu Lintas Polda Papua, saat melaksanakan kegiatan Operasi Zebra pada, Senin (14/10). (Foto/Humas Polda Papua)
JAYAPURA – Direktorat Lalu Lintas Polda Papua, mulai melaksanakan kegiatan Operasi Zebra pada, Senin (14/10) pukul 15.00 WIT. Sebanyak 178 Teguran dan 32 tilang pada hari pertama Operasi Zebra Cartenz 2024, di Mapolda Papua, Senin (14/10).
Operasi dipimpin langsung oleh Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Papua Kompol Johan Valentino Nanuru, didampingi Kasubagminopsnal, AKP Suhardi Syahilatua. Oprasi berjalan kurang lebih 1 jam bersama tim gabungan dari, ditlantas Polda Papua, Jasa Raharja, dan Dispenda.
Dalam keterangannya, Kompol Johan Valentino Nanuru, yang diwakili oleh AKP Suhardi Syahilatua, mengatakan bahwa pihaknya akan menegakan hukum bagi pengendara yang melanggar aturan hukum seperti; Menggunakan ponsel saat berkendara, Berkendara di bawah umur, Pengendara sepeda motor berboncengan lebih dari 1 orang, Tidak menggunakan Helm SNI dan sabuk pengaman, Berkendara dalam pengaruh alkohol, Melawan arus, Berkendara melebihi batas kecepatan.
“Hari ini kami melaksanakan razia dalam arti penegakan hukum dari tiga yang di kategori preventif, Preemtif, dengan Lidik atau penegakan hukum ini kami hari ini melaksanakannya gabungan bersama jasa Raharja bersama Dispenda,” ujar AKP Suhardi, kepada Cenderawasih Pos, Senin (13/10).
Dari jumlah pelanggan dan teguran yang ditemukan aparat di lapangan yang paling banyak tidak mengunakan Helm, plat nomor polisi yang sudah mati, dan surat-surat kendaraan seperti; SIM, STNK, BPKB. Maka dengan itu AKP Suhardi, menyarankan bagi pemilik kendaraan untuk segera bayar ke Samsat untuk bisa mendapatkan plat nomor polisi baru.
Page: 1 2
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…