Categories: METROPOLIS

Fenomena Bulan Besar Tidak Berdampak Banjir Rob 

JAYAPURA-Potensi air pasang tinggi akibat tenomena super full moon atau bulan besar pada Selasa (14/6) malam, nampaknya tidak terlalu berdampak di wilayah pesisir Kota Jayapura. Meski ada pasang naik, namun tidak terlalu membahanyakan masyarakat yang tinggal di dekat pesisir pantai, maupun nelayan saat melaut. Karena gelombang air pasang  naiknya masih diambang batas kewajaran.

   Darwis, warga yang tinggal di belakang Eks ISMI Hamadi mengungkapkan bahwa memang beberapa hari lalu terjadi air pasang di rumahnya yang ada di atas laut, namun ini masih batas wajar karena tidak sampai masuk ke dalam rumah.  Ia mengaku tidak takut atau khawatir karena naiknya air laut, karena masih  wajar.

   Menurutnya, pengalaman gelombang tinggi yang sempat membuat panic, justru pada tahun 2009 silam, saat terjadi tsunami di Jepang. Dimana, dampaknya sampai di Kota Jayapura, air laut bahkan sampai masuk ke dalam rumah hingga satu meter. Banyak barang elektronik, perabot rumah tangga dan pakaian terendam air, ia juga sempat menyelamatkan barang elektroniknya karena langsung mengungsi ke tempat yang tinggi. Namun pasca kejadian tsunami di Jepang sampai dengan saat ini belum pernah terjadi hal yang sama.

  Hal senada juga dikatakan Anca warga  belakang Eks ISMI Hamadi, ia mengaku, walaupun ada super full moon, yang katanya akan ada gelombang air laut naik,  namun tidak menakutkan, karena air laut tidak sampai masuk rumah.

   Semetara itu, Kepala Stasiun Meteriologi Maritim BMKG Jayapura Heri Pernomo, S.Si., menjelaskan terkait fenomena astronomi yang terjadi pada tanggal 14 Juni dan 14 Juli 2022 bernama stroberi super, bulan super besar karena jarak antara bumi dan bulan adalah 357.367 KM, diperkirakan juga akan berdampak perairan di Papua.

  Tampaknya, Fenomena Super Full Moon adalah fase bulan purnama yang terjadi bersamaan dengan fase pasang air laut tertinggi. Puncak Bulan Purnama terjadi pada tanggal 14 Juni 2022 pukul 20.51 WIT, sedangkan puncak Supermoon terjadi pada 15 Juni 2022 pukul 08.21 WIT.   

   Prakiraan cuaca tanggal 11 – 23 Juni 2022 terkait informasi potensi banjir pesisir (rob) yaitu angin berhembus konsisten dengan kecepatan cukup tinggi hingga 40 km/jam di beberapa perairan utara Papua yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang

utamanya di Perairan Samudera Pasifik, Perairan Biak dan Perairan Jayapura-Sarmi dengan ketinggian gelombang mencapai 2.5 meter di Perairan barat Biak dan ketinggian

gelombang mencapai 3.0 meter di Perairan Perairan Samudera Pasifik utara Biak, Samudera Pasifik utara Jayapura, Perairan utara Biak, Perairan timur Biak dan Perairan

Jayapura-Sarmi.

   Berdasarkan press realease yang dikeluarkan tanggal 14 Juni 2022, Prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Jayapura-Sarmi hingga tanggal 16 Juni 2022 berkisar 1.25 – 2.50 meter.

” Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari

pasang Maksimum Air Laut maupun Gelombang Tinggi serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,”tandasnya.(dil/tri)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

12 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

13 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

14 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

15 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

16 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

17 hours ago