

Justin Sitorus (Foto:Robert Mboik/Cepos)
JAYAPURA – Terkait kasus peluru misterius yang menimpa Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, J. Sitorus pada malam pergantian tahun, saat ini tengah dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
J. Sitorus menjelaskan, Kemarin hari Senin (13/1/) Istri, dua orang anak dan satu (Asisten Rumah Tangga (ART) hadir memenuhi panggilan Polresta Jayapura. “Kemarin Istri dan anak-anak saya memberikan keterangan di Polresta, selama kurang lebih dua jam,” ujar J. Sitorus saat ditemui Cenderawasih Pos di ruangan kerjanya, Selasa (14/1).
Menurutnya, berbagai pertanyaan yang disampaikan pihak penyidik terkait kronologis kejadian malam pergantian tahun itu. “Apa yang ditanyakan, saya rasa itu ranahnya kepolisian, namun pada intinya apa yang mereka lihat dan mereka dengar saat malam ini, seputar itu saja,” tuturnya.
“Saya sangat apresiasi, karena pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas musibah yang menimpa saya ini,” lanjutnya.
Dirinya juga mengakui bahwa saat ini belum ada informasi terbaru terkait perkembangan kasusu yang dialaminya pada malam pergantian tahun tersebut. “Kita sepenuhnya percaya kepada pihak kepolisian, biarkan mereka menjalankan tugasnya, dan saya berharap kasus ini bisa terungkap atau ada titik terang,” pungkasnya.
Dari kejadian tersebut, J. Sitorus mengakui keluarganya sempat mengalami trauma. “Anak saya yang bungsu sempat trauma, karena dia melihat saya jatuh saat kejadian itu, namanya juga anak kecil ya pasti syok, namun sekarang puji Tuhan sudah membaik,” bebernya.
Sementara untuk kondisi luka bekas terkena peluru misterius tersebut diakuinya sudah membaik. “Kemarin bekas lukanya sudah lepas jahitan, sekarang masih diperban karena takutnya kena infeksi. Untuk efek samping sejauh ini belum ada, hanya sekitar bekas lukanya kalau di sentuh masih terasa sakit,” jelasnya.
Ia berharap kasus ini bisa mendapatkan titik terang. Artinya, pelaku bisa terungkap agar bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat, khususnya orang-orang yang memiliki senjata api untuk tidak digunakan secara sembarangan.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kepala Distrik Bugi Mare Gombo menyatakan pemberian sanksi tegas atau denda adat ini dilakukan usai…
Tim Persipura Jayapura memulai kompetisi Championship 2026/2027 dengan kurang baik. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan saat ini sistem yang digunakan…
Pada laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Persipura hanya memainkan satu pemain asing mereka,…
Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…
Menurut Bima, kehadiran suporter memiliki peran penting untuk menambah semangat pemain ketika pertandingan berlangsung. Dukungan…