Categories: METROPOLIS

Dua Jam Istri dan Anak Kadishub Dimintai Keterangan

JAYAPURA – Terkait kasus peluru misterius yang menimpa Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, J. Sitorus pada malam pergantian tahun, saat ini tengah dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

  J. Sitorus menjelaskan, Kemarin hari Senin (13/1/) Istri, dua orang anak dan satu (Asisten Rumah Tangga (ART) hadir memenuhi panggilan Polresta Jayapura. “Kemarin Istri dan anak-anak saya memberikan keterangan di Polresta, selama kurang lebih dua jam,” ujar J. Sitorus saat ditemui Cenderawasih Pos di ruangan kerjanya, Selasa (14/1).

  Menurutnya, berbagai pertanyaan yang disampaikan pihak penyidik terkait kronologis kejadian malam pergantian tahun itu. “Apa yang ditanyakan, saya rasa itu ranahnya kepolisian, namun pada intinya apa yang mereka lihat dan mereka dengar saat malam ini, seputar itu saja,” tuturnya.

   “Saya sangat apresiasi, karena pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas musibah yang menimpa saya ini,” lanjutnya.

   Dirinya juga mengakui bahwa saat ini belum ada informasi terbaru terkait perkembangan kasusu yang dialaminya pada malam pergantian tahun tersebut. “Kita sepenuhnya percaya kepada pihak kepolisian, biarkan mereka menjalankan tugasnya, dan saya berharap kasus ini bisa terungkap atau ada titik terang,” pungkasnya.

   Dari kejadian tersebut, J. Sitorus mengakui keluarganya sempat mengalami trauma. “Anak saya yang bungsu sempat trauma, karena dia melihat saya jatuh saat kejadian itu, namanya juga anak kecil ya pasti syok, namun sekarang puji Tuhan sudah membaik,” bebernya.

   Sementara untuk kondisi luka bekas terkena peluru misterius tersebut diakuinya sudah membaik. “Kemarin bekas lukanya sudah lepas jahitan, sekarang masih diperban karena takutnya kena infeksi. Untuk efek samping sejauh ini belum ada, hanya sekitar bekas lukanya kalau di sentuh masih terasa sakit,” jelasnya.

   Ia berharap kasus ini  bisa mendapatkan titik terang. Artinya,  pelaku bisa terungkap agar bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat, khususnya orang-orang yang memiliki senjata api untuk tidak digunakan secara sembarangan.(kim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

10 hours ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

11 hours ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

12 hours ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

12 hours ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

13 hours ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

13 hours ago