

Kapolsek Heram saat Memusyawarakan Sopir Angkot dan Maxim di Batas Kota, Distrik Heram. (foto:Polsek Heram For Cepos)
JAYAPURA-Pasca aksi mogok hingga penganiayaan terhadap Sopir Taksi Online (Maxim) yang dilakukan oleh oknum Sopir Angkot di tanjakan Ale Ale Padang Bulan, Distrik Heram, pada Rabu (12/6) lalu, kedua kubu masih saling berjaga jaga di wilayah Waena, Distrik Heram, pada Kamis (13/6).
Untungnya aksi dari kedua kubu ini langsung direspon oleh pihak Polsek Heram, sehingga kemudian keduanya dipertemukan untuk musyawarah.
Aksi dari kedua kubu ini, kata Kapolsek Heram Iptu Bernadus Yunus Ick, terjadi karena kesalapahaman informasi. Dimana awal mulanya salah satu sopir Maxim melepas stiker dari bodi mobilnya, lalu kirim foto itu ke whastapp group.
Sayangnya anggota group ini menduga bahwa pencopotan stiker ini dilakukan oleh Sopir Angkot, sehingga mereka (Sopir maxim-red) ingin menyerang Sopir Angkot di Batas Kota Jayapura.
Mendengar informasi tersebut Kapolsek Heram bersama jajarannya langsung turun ke tempat kejadian untuk menemui kedua belah pihak. “Dari pertemuan itu, akhirnya bisa terbuka, bahwa yang copot stiker itu bukan Sopir Angkot melainkan Sopir Maxim sendiri, dan dengan adanya penjelasan, kedua kubu langsung berdamai,” kata Kapolsek Heram.
Di hadapan para sopir ini, Berry sapaan akrab Kapolsek Heram ini menjelaskan tindak lanjut dari kasus penganiayaan terhadap Sopir Maxim di tanjakan Ale Ale Padang Bulan Rabu (12/6) kemarin. Kata dia pihaknya telah mencari pelaku penganiayaan, dan sementara telah ditemukan dugaan pelaku.
“Kami sudah komunikasi dengan tokoh masyarakat dari masing masing terduga Pelaku ini, tujuannya agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Berry.
Diapun meminta kepada seluruh Sopir Maxim di Kota Jayapura agar tidak terprovokasi dengan isu yang beredar, karena akan mengganggu stabilitas Kamtibmas di Kota Jayapura. “Kami harap masalah ini tidak membias, karena semua pihak, baik Sopir Angot maupun Maxim, sama sama cari makan, sehingga diharapkan bisa berdamai,” imbuhnya.
Pihaknya pun juga meminta kepada para sopir Angkot maupun sopir Maxim, tidak terpancing dengan isu yang beredar, namun mempercayakan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. “Jangan juga membuat onar, bila ada kesalahpahaman tolong diselesaikan secara musyawarah, sehingga tidak merugikan orang lain, tapi juga diri sendiri,” imbuhnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…
Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…
Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…