Categories: METROPOLIS

Terancam DO, Kampus Sudah Beri Peringatan

JAYAPURA-Ratusan calon dokter muda yang terancam Drop Out (DO) dari kampus dan fakultas, ternyata terlebih dulu sudah diberikan peringatan. Meski sudah diberikan peringatan, namun banyak yang tidak mengindahkan peringatan atau mampu untuk menyelesaikan studinya.

   “Pendidikan adalah satu proses yang kita laksanakan dan kita punya dasar. Jadi mahasiswa yang kemudian sudah diberikan peringatan pertama, kedua itu selalu kita ingatkan. Baik yang berkaitan dengan prestasi akademik, tapi juga terkait dengan masa studi,” kata Pembantu Rektor Bidang Akademik, Dr. Dirk. Y.P. Runtuboi, Sabtu (12/3).

   Apalagi fakultas Kedokteran dan fakultas tersebut juga bukan hanya Uncen yang menentukan, tetapi ada juga asosiasi yang terlibat didalamnya. Dia menegaskan, profesi dokter ini akan menghasilkan lulusan profesional yang akan menangani  masalah kesehatan/keselamatan nyawa manusia. Sehingga seorang lulusan dokter harus betul-betul memenuhi standar kualitas yang diberikan.

   “Jadi kemudian berdasarkan hasil evaluasi itu dan mahasiswa sudah diberikan waktu studi yang cukup kemudian prestasi akademik yang menjadi dasar evaluasi kita lakukan, peringatan sudah dilakukan. Maka ada langkah langkah yang dilakukan sesuai dengan peraturan,” ujarnya.

    Baik sesuai dengan peraturan Menristek Dikti tentang penjaminan mutu perguruan tinggi, tetapi juga ada peraturan akademik di Uncen.

   Meski begitu, kata dia, pihak Uncen sudah mengupayakan dengan adanya program Renim bagi ratusan mahasiswa yang terancam DO tersebut. Sejumlah mahasiswa tersebut diakuinya sudah sangat lama belajar, ada yang sudah sejak 2012. Harusnya jika merujuk pada tahun masuk kuliah itu, sudah semestinya drop out.

   “Ini bukan baru, aturanya sudah lama, tinggal bagaimana kita menegakan aturannya,” ujarnya.

   Dia mengakui, isu berseliweran di luar bahwa Uncen sengaja mengeluarkan mahasiswa kedokteran tersebut, karena sebagai upaya untuk menghilangkan peran dokter asli Papua di tanah Papua. Pihaknya membantah dengan tegas pernyataan itu.

   Menurutnya, sudah banyak anak-anak Papua yang lulus. Bahkan, periode terbaru wisuda Uncen, didominasi oleh lulusan anak anak Papua. “Uncen punya harapan, dokter lulusan Uncen ini lulus karena memang punya kompetensi dan layak sebagai dokter, baik kompetensi secara nasional dan dia layak menyandang profesi dokter. Sehingga masyarakat Papua juga mendapatkan layanan yang baik dari dokter yang berkompeten,”tambahnya.(roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

45 minutes ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

2 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

3 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

4 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

5 hours ago

Polres Mimika Musnahkan Tempat Pengolahan Sopi

Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melancarkan operasi senyap dengan menggerebek sebuah pabrik rumahan…

6 hours ago