

Lokasi tebing Ringroad yang mengalami longsor pada Senin, 20 Januari 2025 lalu. Hingga kini, perbaikan lokasi longsor ini belum bisa dikerjakan, sehingga warga diimbau tetap waspada saat melintas. (FOTO:Dok/Cepos)
JAYAPURA-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua, Amos Wenda, menyatakan bahwa perbaikan talud longsor di ruas Ring road Jayapura belum dapat dilaksanakan. Sebab, pihaknya belum menerima Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua.
“Longsor di Ringroad ini belum bisa dieksekusi, karena belum menerima DPA, sementara longsor sudah terjadi,” ujar Amos Wenda pada Rabu (12/3).
Menurut Amos, proyek perbaikan talud tersebut rencananya akan dimasukkan ke dalam program kerja induk. Namun, hingga saat ini DPA untuk proyek tersebut belum diterima oleh Dinas PUPR. Meskipun demikian, Amos berharap pekerjaan perbaikan dapat segera dilakukan mengingat lokasi longsor tersebut berada pada daerah vital.
“Meski demikian, saya harap pekerjaannya bisa dijalankan karena ini darurat,” harapnya.
Amos juga menjelaskan bahwa penggunaan dana darurat untuk proyek perbaikan talud di Ringroad belum bisa dilakukan, karena tergantung pada kebijakan pemerintah daerah. “Anggaran saat ini sudah masuk di sistem, jadi tidak bisa diubah lagi,” jelasnya.
Estimasi biaya perbaikan talud di Ringroad ini mencapai lebih dari Rp 1 miliar, sehingga proses pengerjaannya harus melalui lelang. Namun, proses lelang tidak dapat dilakukan dalam masa transisi seperti saat ini, di mana Papua masih dipimpin oleh Penjabat Sementara.
Page: 1 2
Selain berfungsi sebagai alat pemantauan, pemasangan CCTV juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencegah meningkatnya…
Dari hasil pengawasan, kosmetik tanpa izin edar alias ilegal menjadi yang paling banyak ditemukan di…
Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen di Jayapura, Sabtu, mengatakan RPJMD merupakan dokumen strategis yang…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH , MH menyatakan hari ini bisa dilihat bersama panen ubi…
Ribuan umat Katolik, biarawan, dan biarawati dari empat dekanat di dua provinsi Papua dan Papua…
Primus pun meminta aparat keamanan selaku penegak hukum agar bertindak cepat mengungkap motif di balik…