Categories: METROPOLIS

Dua Jurusan di Poltekes Kemenkes Paling Banyak Diminati

JAYAPURA-Direktur Poltekkes Kemenkes Jayapura, Masrif mengungkapkan, ada dua jurusan yang paling diminati oleh mahasiswa di kampus Poltekkes Kemenkes Jayapura. Hal itu dilihat dari presentase jumlah mahasiswa di setiap jurusan yang ada di kampus itu.

   Dua jurusan itu yakni teknologi laboratorium medis atau dulunya dikenal dengan jurusan analis kesehatan kemudian kedua jurusan farmasi. “Kalau di kampus utama, jurusan terbanyak teknologi laboratorium medis, farmasi,”ujar Masrif, Senin (13/1).

   Dia mengatakan, dari semua jurusan yang ada di kampus itu memang didominasi oleh orang asli Papua. Saat ini dari seluruh mahasiswa yang menempuh pendidikan di lembaga tersebut, tidak hanya berkuliah di kampus utama, tetapi juga ada di beberapa kampus lainnya di luar kampus utama, seperti di daerah Yapen, Timika, Nabire, Biak dan Merauke. Khusus untuk mahasiswa yang dilayani di luar kampus utama hampir 100% terdiri dari mahasiswa orang asli Papua.

   “Kalau di luar kampus utama seperti Wamena itu 100% anak asli Papua, ada Yapen,Timika, Nabire, Biak dan Merauke. Secara proporsional tidak ada ketentuan khusus pembagian persentase mengenai anak asli Papua dan non Papua tetapi itu bisa diexisting datanya.Tetapi setahu saya kalau lihat datanya di luar kampus utama lebih banyak anak asli Papua,”katanya.

  Kampus Poltekes  saat ini memiliki enam jurusan. Dimana untuk  jurusan  gizi,  perawat dan kesling, itu menjadi jurusan yang paling lama atau lebih dulu dimiliki kampus itu. Kemudian ada juga jurusan kebidanan, PLM atau analis kesehatan dan farmasi. Sementara untuk pendidikan profesi sudah ada  pendidikan profesi Ners.

  “Kita ada 20 program studi,  10 di kampus utama dan 10 di luar kampus utama. Yang 10 di luar itu  adalah pendidikan tinggi kesehatan yang dulunya punya Pemda, yang kemudian punya regulasi dan diperhadapkan pada pilihan, untuk membuat yayasan sendiri, atau kemudian bergabung dengan institusi kesehatan di bawah pemerintah,”jelasnya.(roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…

16 hours ago

Sanksi Jangan Berhenti di Administratif

Merespon terkait dengan itu, ​Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…

17 hours ago

TNI Tak Gentar Ancaman OPM

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…

2 days ago

Gubernur: Koreksi Total, Jangan Terulang Lagi!

  Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…

2 days ago

Utang Negara Capai Rp 10.000 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…

2 days ago

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

2 days ago