Categories: METROPOLIS

Kurang Tepat Jika Menerapkan PSBB

DR Syamsier Husen SE, M.Si

JAYAPURA – Adanya instruksi dari pemerintah pusat untuk daerah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sempat  direspon oleh Pemprov Papua melalui Ketua Harian Tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid 19 Papua, William R Manderi. Namun dari kebijakan ini menurut Direktur Pasca  Sarjana Uniyap, DR Syamsier Husen SE, M.Si kurang tepat jika dibelakukan PSBB mengingat dengan PSBB belum bisa memastikan mata rantai covid akan berkurang ataupun hilang.

“Kalau ditanya peluang usaha di tengah pandemi saya pikir saat ini semua industri bergerak dalam sistem transaksi secara online dan ini penting untuk disikapi, tidak bisa dengan biasa – biasa saja,” jelas Husen saat ditemui di ruang kerjanya di Kampus Uniyap, Kamis (14/1).  Catatannya dari  pandemi ini ekonomi dunia menurun dan pemain di “pasar “ juga kebingungan strategi apa yang bisa dilakukan. Nah jika sudah bicara pasar maka menurut Syamsier Husen pemerintah jangan menerapkan satu aturan pencegahan  penyebaran pandemi covid yang terlalu ketat.

Artinya begini, Corona tidak terlalu jahat dibanding dengan dampak ekonomi. Covid hanya menyerang orang – orang yang imunnya rendah termasuk lansia dengan penyakit penyerta. Tapi ekonomi menyerang semua sendi kehidupan dan menyentuh segala umur mulai dari bayi hingga orang tua. “Pertanyaannya adalah bagaimana ekonomi tetap berkembang dan corona bisa dicegah. Salah satunya memperketat 3M  dan Pembatasan Sosial Berskala Besa (PSBB) tidak perlu dilakukan. Biarkan ekonomi berjalan seperti biasa namun 3M kembali diperketat,” bebernya.

Namun kalau menerapkan pembatasan ekonomi semisal pasar dan perdagangan tutup jam 6 sore dan aktifitas juga dibatasi otomatis pendapatan berkurang dan berdampak pada ekonomi keluarga dan kesejahteraan. “Sementara apakah kebijakan seperti itu bisa menjamin tidak pandemi ini bisa ditekan atau diputuskan mata rantainya, semua kan belum bisa menjamin sehingga dengan menerapkan 3M dan memberi kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha saya pikir ini satu cara yang lebih bijak tapi 3M harus melekat,” imbuhnya.

Syamsier melihat jangan lagi mobil jalan kemudian semprot – semprot air termasuk patroli dengan rotan karena dianggap tidak efektif. Yang bisa dilakukan adalah mobil himbauan untuk sosialisasi perlu tetap dilakukan ketimbang sweeping. “Mungkin jalan dengan bahasa yang edukatif dan menyampaikan bahwa corona masih ada dan terus menyebar itu lebih baik,” pungkasnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

12 hours ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

13 hours ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

17 hours ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

18 hours ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

19 hours ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

20 hours ago