Categories: METROPOLIS

Cegah Radikalisme dan Intoleransi, Libatkan Semua Elemen

JAYAPURA-Upaya menjaga kedamaiaan di Tanah Papua, khususnya Kota Jayapura menjadi tanggung jawab bersama. Terutama  mengantisipasi potensi gangguan radikalisme dan intolerasi.

Pj Walikota Jayapura, Dr. Frans Pekey mengatakan, Pemkot Jayapura terus berkomitmen untuk bagaimana wilayah pemkot Jayapura ini tetap aman dari potensi gangguan radikalisme dan intoleransi.

   Bahkan, upaya untuk mengantisipasi hal ini sudah berlangsung sejak lama. Ini menjadi salah satu bagian perhatian prioritas pemkot Jayapura, untuk menjamin kambtibmas di kota Jayapura. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah tidak bekerja sendiri, tapi dengan menggandeng tokoh masyarakat, adat, FKUB, juga aparat keamanan.

  “Ini bukan baru mulai dilakukan, tapi sudah dari waktu-waktu yang lalu. Jadi dari pihak  FKUB dan juga tokoh-tokoh agama terus dari waktu ke waktu. Jadi kita selalu mengimbau mengingatkan dan juga selalu mengajak masyarakat untuk hidup toleran yang menjauhi daripada tindakan  intoleransi, termasuk juga kita tidak menginginkan adanya radikalisme terorisme tentunya di Kota Jayapura,” kata Frans Pekey, Jumat (13/10).

  Lanjut dia, untuk menjaga Kambtibmas di wilayah kota, bukan saja tugas pemerintah, aparat keamanan atau inteljen, tapi menjadi tugas dan tanggung jawab  semua pihak. Dia juga mengajak  seluruh komponen masyarakat, semua agama untuk senantiasa  bersama-sama menjaga kota Jayapura dari ancaman-ancaman radikalisme, intoleran bahkan terorisme.

   “Karena kita hidup di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, dalam ideologi Pancasila dengan empat pilar bangsa ini, juga dengan Bhinneka Tunggal Ika. Semangat itulah yang kemudian terus digelorakan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia termasuk di Papua,   khususnya  di Kota Jayapura,”ujarnya.

   Kalau ada upaya-upaya atau tindakan atau langkah-langkah pihak atau oknum atau  kelompok tertentu yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan, ingin memecah belah toleransi umat beragama dengan tindakan radikalisme ataupun juga terorisme, tentunya  bersama-sama  seluruh komponen masyarakat di Kota Jayapura  terus melawan.

  “Karena sudah pasti bahwa akan bertentangan dengan nilai-nilai persatuan dan kesatuan, nilai-nilai kebersamaan. Kemudian juga ingin kerukunan harmonisasi hubungan dan itulah yang kita junjung dan kita jaga lestarikan bersama di tengah kehidupan masyarakat Kota Jayapura yang heterogen ini,” tambahnya. (roy/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

Pelatihan Kakao Perkuat Kapasitas Petani dan Koperasi di Raja Ampat

Sebanyak 19 petani kakao di Kampung Wailebet, Kepulauan Batanta, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya,…

39 minutes ago

Bupati Tolikara Pastikan Kesiapan BPL GIDI Pusat di Kanggime

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, baik pembangunan…

2 hours ago

Ridwan Pimpin PEPABRI Papua, Fokus Perkuat Soliditas dan Kesejahteraan Anggota

Usai terpilih, Ridwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Musda dan pengurus sebelumnya yang telah membangun…

3 hours ago

Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan PNG, 5 Selamat, 2 Orang Hilang

‘’Dari laporan  yang kami terima, 5 ABK dari kapal itu berhasil diselamatkan masyarakat. Sedangkan 2…

4 hours ago

Palang Kantor  Dinkes  Merauke Segera Dibuka

Bupati Merauke Yospeh Bladib Gebze memastikan akses Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke yang saat ini…

5 hours ago

Polisi Ingatkan Pelaku Kriminal, Pilih Bertobat Atau Berobat

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menegaskan operasi ini difokuskan pada penindakan tindak pidana 3C,…

6 hours ago