

Plt. Kepala Bapenda Kota Jayapura Adolfina Taniau (Robert Mboik/Ceposonline.com)
JAYAPURA-Sangat disayangkan, di tengah upaya Pemerintah Kota Jayapura sedang bersusah payah mengumpulkanPAD Pemkot Jayapura Hilang Rp10 Miliar, Kok bisa? uang melalui potensi-potensi yang ada, justru mereka harus rela kehilangan uang Rp 10 miliar dari target PAD-nya di 2024 nanti.
Ini karena pemberlakukan undang-undang nomor 1 tahun 2022 tentang sinkronisasi keuangan antara pusat dan daerah yang wajib ditindak lanjuti oleh daerah.
“Dari potensi pajak dan Retribusi untuk peningkatan PAD dengan berlakunya undang-undang nomor 1 Tahun 2022, untuk pajak dan Retribusi yang hilang dengan kita padukan dengan kita punya target 2023 itu sebesar 260 miliar lebih.
Sehingga dalam penyusunan target tahun 2024 itu kita hilang potensi kisaran 10 miliar rupiah. Karena ada pajak dan Retribusi yang hilang, pajak dan Retribusi yang hilang itu mempunyai target tersendiri,” ujar Plt. Kepala Bapenda Kota Jayapura, Adolfina Taniay, Kamis (14/9).
Menurutnya, untuk pungutan pajak dan retribusi di tahun 2023 ini, pihaknya, masih mengacu pada undang-undang nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan Retribusi. Di mana ada 10 dari 11 kompenen pajak yang dikelola Bapenda, dan ada 32 retribusi yang dikelola pihaknya.
Kemudian dengan berlakunya undang-undang nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah atau undang-undang HKPD, di mana mengatur bahwa daerah sudah harus menyusun regulasi untuk mengganti undang-undang nomor 28 tersebut. (*)
Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…
Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…
Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…
Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…