Categories: BERITA UTAMA

KKB Palang Stadion Mandala Jayapura dan Duduki Kantor KONI Papua. Ada Apa?

JAYAPURA- Ratusan masyarakat adat dari Kampung Kayu Batu (KKB) menduduki Kantor KONI Papua, Kamis (14/9) pagi.

Masyarakat adat dari KKB ini datang ke kantor KONI Papua menuntut ganti rugi lahan pembangunan kantor KONI Papua yang sampai saat ini belum dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi Papua.

Selain kantor KONI masyarakat adat dari Kampung Kayu Batu ini juga memalang pintu masuk Stadion Mandala Jayapura.

Dari pantauan Ceposonline.com di lapangan, dimana Stadion Mandala Jayapura dipalang dengan menggunakan baliho berukuran besar.

Dalam baliho ini tertulis ” Keondoafian Kampung Kayu Batu (KKB) sebagai pemilik hak ulayat tanah lapangan Mandala (Sugwi), menuntut kepada Pemerintah Provinsi Papua agar segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi tanah seluas 7,8 hektar, yang telah digunakan sejak tahun 1962-2023 atau kurang lebih 61 tahun”

Baliho ini ditandatanganan oleh Kepala Suku Puy, Kepala Suku Makanuay, Julius Makanuay dan Ondoafi Kampung Kayu Batu, Ridololof Ray L. Makanuay.

Berbeda di kantor KONI Papua ratusan masyarakat adat dari Kampung Kayu Batu ini justru menduduki kantor KONI Papua tepatnya di bagian depan pintu masuk.

Pemalangan ini diwarnai dengan tarian adat diiringi tabuhan tifa serta nyanyi dengan menggunakan bahasa ibu dari warga.

Terlihat salah satu masyarakat adat sambil melakukan orasi di depan pintu masuk KONI. Dia meminta masyarakat agar tetap duduk di dalam kantor KONI Papua sampai ada penyelesaian dari Pemerintah Provinsi Papua untuk ganti rugi.

Pemalangan pintu masuk KONI ini selain ada baliho berukuran besar, terlihat ada dua simbol kayu adat (Mata) yang dihiasi dengan bulu binatang.

Simbol dari kayu adat (Mata) tersebut menunjukkan bahwa masyarakat adat telah melakukan pemalangan atas kesepakatan bersama seluruh masyarakat adat di Kampung Kayu Batu.

“Kami palang Stadion Mandala Jayapura dan kantor KONI Papua karena Pemerintah Provinsi Papua tidak tepati janjinya membayar ganti rugi tanah Stadion Mandala Jayapura dan kantor KONI Papua,” ucap Rowese atau Pesuruh Umum Kampung Kampung Kayu Batu, Alex Pui ketika ditemui Ceposonline.com di Kantor KONI, Kamis (14/9) pagi.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua telah menipu masyarakat adat Kampung Kayu Batu. Padahal selama ini komunikasi sudah jalan terus tetapi sampai hari ini tidak ada penyelesaian.

“Yang ada itu janji saja, sehingga hari ini kami putuskan untuk dipalang. Walaupun kami tau Persipura akan bertanding di Stadion Mandala ini, tetapi momen ini kami pakai agar ada respon dari Pemerintah Provinsi membayar ganti rugi tanah ini,” tuturnya.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan masyarakat adat masih menduduki mantor KONI Papua.

Mereka akan kembali ke Kampung dan membuka palang sampai ada penyelesaian ganti rugi tanah oleh Pemerintah Provinsi Papua. (*)

newsportal

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

10 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

12 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

13 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

14 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

15 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

16 hours ago