

Foto bersama kegiatan Visiting Teacher Guru Madrasah Wilayah Perbatasan Negara Tahun 2024 di Aula Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Keerom, Selasa (11/6). (Foto/Humas Kemenag)
KEMENAG– Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, memberi sambutan serta membuka kegiatan Visiting Teacher Guru Madrasah Wilayah Perbatasan Negara Tahun 2024 yang bertempat di Aula Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Keerom, Selasa (11/6).
Adapun tujuan dari kegiatan program ini adalah untuk mendengar aspirasi guru-guru untuk kemajuan Pendidikan Madrasah di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) ke depan dan memotivasi, mengapresiasi kinerja dan dharmabakti para guru di daerah 3T.
Program visiting teacher di wilayah perbatasan ini diselenggarakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Program ini dilaksanakan guna peningkatan kompetensi guru madrasah dan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru madrasah yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
Dalam sambutannya, Kakanwil sampaikan beberapa hal terkait daerah 3T yang umumnya menghadapi kondisi kekurangan fasilitas pendidikan yang memadai dan tenaga pendidik yang berkualitas. Masyarakat di daerah 3T pun biasanya kurang memiliki minat belajar. Kurikulum pendidikan yang diterapkan pun seringkali tidak relevan dengan kebutuhan serta potensi daerah tersebut.
“Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah pendidikan di daerah terpencil antara lain: Pertama, menyediakan bantuan anggaran dalam pendidikan seperti bantuan operasional sekolah (BOS), bantuan bidik misi, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan lainnya, ” jelas Kakanwil.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua, Hamzah, menyampaikan materi Sosialisasi dan Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada Madrasah Tahun 2024.
Sosialisasi dan bimtek ini dilakukan untuk menyesuaikan mengikuti standar pembelajaran kurikulum merdeka pada Madrasah. Mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 347 Tahun 2022 tentang pedoman IKM pada Madrasah. “Pemberlakuan IKM pada Madrasah itu bertahap yang diterapkan pada Madrasah percontohan, dimulai pada TP 2022/2023,” jelasnya.
Turut hadir dalam kegiatan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom, Yohanes Nahak, Tim Pendis dari Kanwil Kemenag Provinsi Papua dan peserta sebanyak 75 guru-guru Madrasah se-Kabupaten Keerom. (humas/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…
Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…
Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…
Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…
Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…
Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…