

Puluhan perwakilan dari paguyuban di Kota Jayapura dan anggota Forkopimda dalam kegiatan coffee morning yang digelar Pemkot Jayapura di kota Jayapura, Selasa (11/6). (foto: Mboik/Cepos)
JAYAPURA– Pemerintah Kota Jayapura menggelar kegiatan coffee morning bersama seluruh perwakilan paguyuban dan Forkompinda yang ada di kota Jayapura. Coffee Morning ini dipimpin langsung oleh Penjabat Wali Kota Jayapura, Christian Sohilait.
Kepada wartawan usai kegiatan itu, mantan Sekda Lanny Jaya itu mengungkapkan, kegiatan Coffee Morning itu dilakukannya selain untuk silaturahmi dan memperkenalkan diri sebagai pemimpin baru di pemerintahan Kota Jayapura tetapi melalui kegiatan itu juga dirinya ingin membangun komunikasi yang baik dengan seluruh paguyuban yang ada di Kota Jayapura dalam rangka untuk menjaga Kamtibmas di wilayah pemerintahan Kota Jayapura.
“Saya kan baru masuk, karena itu saya juga perlu dapat masukan dari stakeholder. Nah saya mulai dari paguyuban, besok juga kita dengan kepala-kepala suku, ondoafi, kemudian lanjut lagi dengan ketua-ketua BEM, komunitas-komunitas dan juga tokoh-tokoh agama,” kata Christian Sohilait, Selasa (11/6).
Dia mengatakan, dari pertemuan bernuansa coffee morning itu, ada banyak masukan dan harapan yang disampaikan masyarakat melalui paguyuban kepada pemerintah maupun kepada forkompimda yang ada di kota Jayapura.
“Dari pertemuan hari ini banyak hal yang kita dapat, ada masyarakat yang menyampaikan keluhan yang berkaitan dengan kinerja pemerintah, ada juga yang menyampaikan tentang kinerja keamanan, tetapi ada juga yang menyampaikan hal yang berkaitan dengan permasalahan yang terjadi di lingkungan mereka, baik itu banjir, sampah, ada juga aksi kejahatan, dan ini saya pikir menjadi evaluasi untuk kita, nanti saya ambil kita bawa kita eksekusi di bagian mana,” katanya.
Dari sejumlah persoalan yang disampaikan kepada pemerintah, selanjutnya pemerintah juga akan melihat mana saja yang menjadi tanggung jawab pemerintah kota Jayapura sehingga bisa langsung mengambil peran dan menyelesaikan persoalan itu.
Namun apabila itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi pihaknya juga akan menyampaikan hal itu kepada pemerintah provinsi Papua agar bisa ditindaklanjuti begitu juga dengan hal-hal yang berhubungan langsung dengan pemerintah pusat.
“Kalau ada hal-hal yang menjadi tanggung jawab kita, pemerintah kota akan ambil peran, kalau itu menjadi tanggung jawab provinsi kita akan kasih tanggung jawab itu ke teman-teman provinsi bisa bantu kita atau mungkin ke teman-teman Kementerian Balai, kita akan kasih ke mereka,”jelasnya.
Page: 1 2
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…