

JAYAPURA-Jalan putus yang ada di depan pertigaan menuju Kantor Wali Kota Jayapura, sampai saat ini belum dikerjakan Pemkot Jayapura. Hal ini disebabkan, pendanaan dalam pengerjaan jalan putus itu, membutuhkan dana setidaknya Rp 4 miliar.
Namun, dana yang dianggarkan Pemkot Jayapura sekira lebih Rp 1.2 miliar mengingat kemampuan APBD Tahun Anggaran 2019 terbatas.
Dan dana tersebut, hanya dianggarkan untuk pemasangan bronjong dan tiang pancang, namun untuk pekerjaan lainnya belum ada dananya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura Bernard J.Lamia, mengakui, pekerjaan perbaikan jalan putus, kalau hanya mengandalkan APBD Kota Jayapura yang hanya terbatas, tentu ini tidak mungkin akan selesai.
Sehingga, pihaknya tetap membutuhkan suntikan dana dari pusat. Dan saat ini, Bernard mengakui sudah melakukan loby kepada pusat, supaya kekurangan dana yang dibutuhkan bisa dibantu oleh pusat.
“Memang dana yang kita miliki dalam perbaikan jalan putus, sangat terbatas, dana untuk memperbaiki jalan putus ini sekira Rp 4 miliar, namun anggaran Pemda Kota Jayapura hanya sekira Rp 1,2 miliar, dengan demikian kita harus cari sisanya, untuk bisa melanjutkan perbaikan jalan itu,’’ungkapnya kepada wartawan Cenderawasih Pos, Selasa (12/3)kemarin.
Diakuinya, kejadian jalan putus memang bukan keinginan bersama, namun ini musibah. Untuk itu, masyarakat diminta tetap bersabar dalam menunggu perbaikannya, karena Pemkot Jayapura melalui BPBD Kota Jayapura, akan tetap berusaha semaksimal mungkin, supaya pemerintah pusat bisa membantu dalam memperbaiki jalan putus itu.
“Kita tetap terus usahakan, bagaimana caranya jalan ini bisa diperbaiki, saya sudah melakukan pertemuan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat, apalagi pasca kejadian jalan putus petugas BNPB pusat juga ada, kami berharap Pemkot bisa segera dibantu dan pengerjaan jalan putus bisa langsung ditangani,’’tandasnya.(dil/wen)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…