“Pelaku usaha wajib mendaftar dan membuat akun baru. Jadi produk yang ada di versi 5 tidak otomatis pindah ke versi 6,” tegasnya.
Selain itu, mulai tahun depan akan dibentuk harga acuan melalui sistem, sehingga harga produk yang masuk dari wilayah Papua dapat lebih terukur dan kompetitif. “Harapannya, harga-harga di Papua bisa seragam, satu data, dan lebih kompetitif sehingga efisiensi pengadaan benar-benar terwujud,” ujarnya.
Diakuinya, saat ini keterlibatan pelaku usaha dalam e-katalog versi 6 masih terbatas, sehingga sebagian besar pengadaan tetap melalui mekanisme tender maupun pengadaan langsung.
“Namun dengan sosialisasi yang gencar, kami optimistis pelaku usaha di Papua dapat beradaptasi dengan sistem baru ini,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menilai pernyataan Presiden Prabowo tersebut mencerminkan harapan rakyat…
Di sisi lain, Palestina sama sekali tidak dilibatkan dalam proses konsultasi sejak awal pembentukan Board…
Surat yang ditulis dalam bahasa Ngada itu berisi pesan agar sang ibu merelakan kepergian korban,…
“Amar putusan, mengadili, menyatakan permohonan tidak dapat diterima,” ujar Suhartoyo saat membacakan putusan. Dalam pertimbangannya,…
Meski begitu, aktivitas judi online masih melibatkan sekitar 12,3 juta orang yang melakukan deposit melalui…
Artinya, aparatur negara mulai “menabung” untuk pensiun mereka sendiri melalui iuran yang dikelola secara berkelanjutan.…