Menurutnya, jika dilihat dari sebaran wilayah, Distrik Muaratami masih menjadi daerah yang paling dominan menyumbang kasus malaria. Kondisi ini menjadi perhatian serius RS Ramela karena penyakit tersebut masih terus ditemukan dengan jumlah cukup tinggi.
“Khusus untuk kasus malaria, angkanya memang masih tinggi. Dari data yang kami lihat, wilayah Distrik Muaratami menjadi penyumbang kasus terbesar hingga saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski RS Ramela telah berupaya memperkuat pelayanan kesehatan, namun faktor lingkungan dan kondisi geografis juga turut mempengaruhi tingginya penyebaran malaria di wilayah tersebut.
RS Ramela, kata Fredriks, akan terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya dalam upaya pencegahan dan penanganan malaria, baik melalui edukasi masyarakat maupun layanan kesehatan yang lebih cepat dan tepat.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…
Membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Jayapura. Setelah tiba di Danau Emfotte, pengunjung…
Rilis yang diperoleh dari Humas Polres Boven Digoel menyebutkan, pelepasan dilaksanakan di Pelabuhan Tanah Merah…
Swedia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat kemenangan telak pada laga pembuka, sementara Belanda…
Perselisihan menajam setelah KS menolak membayar karena menganggap seluruh kewajibannya telah lunas. Ketegangan tersebut memuncak…