Categories: METROPOLIS

BBPOM Temukan Bapok Kedaluwarsa Dijual

JAYAPURA-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura melakukan sidak atau intensifikasi bahan makanan pokok (Bapok) di sejumlah Distributor di Papua dan Daerah Otonom Baru (DOB).

  Kegiatan yang berlangsung sejak 28 November 2024 itu menemukan sejumlah sarana yang menjual produk tidak memenuhi ketentuan dalam hal ini produk kedaluwarsa. Sejumlah daerah tersebut meliputi Kota Jayapura, Biak, Serui, Wamena dan Kabupaten Keerom. Dari wilayah tersebut BBPOM temukan 10 sarana yang jual barang kedaluwarsa.

  “Kalau di Serui itu, kita temukan barang tanpa izin edar BPOM nama produknya itu susu coklat dan dari hasil identifikasi produk ini dipasok dari Negara Nigeria,” ungkap Kepala BBPOM Jayapura, Hermanto saat sidak Bapok di salah satu gudang sembako di wilayah Abepura, Senin (9/12).

  Hermanto mengatakan tujuan besar dari kegiatan tersebut untuk memastikan ketersediaan bahan makanan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) aman untuk dikonsumsi masyarakat. “Karena kita tau, jelang Nataru ini daya beli masyarakat cukup tinggi, oleh sebab itu perlu dilakukan pengawasan,” tandasnya.

  Produk-produk kedaluwarsa ini telah dilakukan pemusnahan oleh masing-masing Distributor. Meski demikian untuk pelaku usaha tersebut diberikan sanksi berupa teguran lisan. “Masih sebatas restorative justice, karena memang prosedur penindakannya begitu, namun kalau sampai kedapatan lagi kedepannya, maka sanksi hukum akan kita tegakkan,” tegasnya.

  Adapun  kegiatan intensifikasi tersebut akan dilakukan sampai awal Januari 2025. “Kami menargetkan sidak di seluruh distributor, tapi tentu sesuai dengan jangkauan,” kata Hermanto.

  Selain Bapok, mereka juga akan melakukan pengawasan terhadap peredaran minuman dalam kemasan, ataupun parcel Nataru. “Pengawasan ini dibackup langsung oleh pemerintah dalam hal ini Disperindagkop dan Dinas Kesehatan,” bebernya.

   Hermanto mengimbau kepada seluruh masyarakat di Papua, agar mengunakan barang sesuai dengan izin edar BPOM. “Jangan pernah tergiur dengan promo atau diskon, tapi yang paling penting setiap beli barang harus perhatikan labelnya,” imbuhnya. (rel/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

9 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

10 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

11 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

12 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

13 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

14 hours ago