Categories: METROPOLIS

Sampah dan Pecahan Botol Kaca jadi Ancaman Tempat Wisata

JAYAPURA-Kawasan hutan bakau dan juga kawasan sepanjang Teluk Youtefa merupakan salah satu tempat wisata unggulan di Kota Jayapura. Namun kawasan ini seperti tidak terawat dengan ulah oknum masyarakat yang sengaja membuang sampah terutama botol-botol kaca yang sulit terurai, di sekitar kawasan yang menjadi pusat pariwisata di Kota Jayapura itu.

   Dari penelusuran Cenderawasih Pos, Rabu (9/10) kemarin, di beberapa titik sepanjang jalan menuju Pantai Siberi atau sebaliknya terdapat botol minuman kaca yang sengaja dibuang di pinggir jalan bahkan ada yang sengaja ditumpuk.

   Di kawasan itu juga merupakan salah satu kawasan cagar alam hutan bakau yang mana sementara ini juga sedang dibudidayakan melalui aksi-aksi penanaman oleh berbagai lembaga maupun komunitas sosial di Kota Jayapura.  Kondisi ini tentunya sangat miris dan berbanding terbalik dengan kawasan tersebut yang sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata dan cagar alam manggrove.

   “Kami selaku masyarakat yang tinggal di sini juga sangat prihatin dan kondisi ini tentunya, karena sulit untuk kami atasi aktivitas masyarakat di malam hari termasuk mereka sengaja membuang sampah di kawasan ini terutama botol-botol minuman yang berbahan kaca,”ujar Piter, salah satu warga lokal, saat ditemui di kawasan Pantai Ciberi,  kota Jayapura, Rabu (9/10)  pagi.

   Warga juga mengeluhkan kondisi ini yang seringkali digunakan oleh oknum masyarakat sebagai tempat untuk pesta minuman keras.  Itu sebabnya di bawah kolong jembatan merah, cukup banyak ditemukan pecahan botol-botol bekas minuman dibiarkan berserakan.

   “Kalau di bagian sana, pas di bawah kolong jembatan itu banyak sekali pecahan botol minuman. Biasanya itu setiap malam Minggu paling banyak,” ujarnya.

   Masyarakat berharap ada perhatian dari Pemkot Jayapura untuk menertibkan kawasan itu terutama mengenai sampah-sampah yang sengaja dibuang di kawasan tersebut.  Pasalnya daerah itu merupakan daerah hutan mangrove yang bisa saja suatu saat akan dijadikan sebagai tempat wisata.

   Keberadaan sampah dan pecahan botol di kawasan itu, bisa mengancam keselamatan orang lain yang hendak berwisata atau masyarakat yang melakukan penanaman. “Kalau sampah-sampah dan pecahan botol ini masih terus dibuang ke sini, maka tempat ini bisa saja melukai orang.  Terutama mereka yang mau melihat hutan mangrove dan juga yang melakukan penanaman mangrove di sini,” imbuhnya. (roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Striker Pembunuh Mimpi Persipura Dirumorkan Bakal Merapat

Ia merupakan striker yang membunuh mimpi Persipura pada partai penentu lolos tidaknya kedua tim melaju…

4 hours ago

Gubernur: RSUP Indikator Penguatan Layanan Kesehatan di Tanah Papua

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menilai RSUP Jayapura telah menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, nyaman,…

5 hours ago

Sidang PSN Bergulir, Kemenhan Tak Hadir

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Merna Cinthia, didampingi hakim anggota Irfan Amos Sampe…

5 hours ago

Wali Kota: Pelayanan Kesehatan Tidak Boleh Kendor!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus tetap berjalan…

6 hours ago

Ekonom Ingatkan Pemerintah Soal Inflasi hingga PHK di Papua

Pengamat ekonomi dan Dosen Pascasarjana Magister Manajemen STIE Port Numbay Jayapura, John Agustinus, mengatakan pelemahan…

6 hours ago

Pemprov Papua Siapkan Wajah Baru RSUD Jayapura

Pemerintah Provinsi Papua berencana melakukan penataan menyeluruh kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura. Penataan…

7 hours ago