Categories: METROPOLIS

Tolak Kenaikan Harga BBM!

Mahasiswa Bersiap Melakukan Demo Besar-besaran

JAYAPURA – Merespons kondisi perekonomian dan kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang sudah diterapkan untuk BBM non subsidi, mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) bersiap turun ke jalan. Mereka berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pemerintah segera menurunkan kembali harga BBM.

Kepada Cenderawasih Pos, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Ronal Mirna, mengungkapkan bahwa saat ini gerakan mahasiswa sedang dimatangkan. Pihaknya tengah membangun komunikasi intensif dan menyamakan persepsi dengan aliansi mahasiswa nasional.

“Sementara kita koordinasi dengan teman-teman BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) lalu akan bergerak,” ujar Ronal dalam keterangan tertulisnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (11/6).

Meski gelombang penolakan sudah dipastikan akan terjadi di Jayapura, Ronal mengaku belum bisa membeberkan tanggal pasti pelaksanaan aksi tersebut. Saat ini, fokus utama mereka adalah menggalang kekuatan di internal kampus maupun daerah. Gerakan ini diprediksi akan menjadi salah satu pemantik aksi protes dari elemen masyarakat lain di Papua yang juga mulai merasakan dampak ekonomi dari naiknya harga BBM pokok tersebut. “Itu pasti kita akan melakukan aksi demo, sementara sedang konsolidasi,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai waktu dan titik sentral pelaksanaan demonstrasi di Jayapura, Ronal mengaku belum bisa membeberkan tanggal pastinya. Kendati jadwal resmi masih dirahasiakan demi matangnya persiapan teknis, ia memastikan bahwa aksi turun ke jalan ini sudah menjadi harga mati.

“Itu pasti kita akan melakukan aksi demo, sementara sedang konsolidasi,” tegas Ronal menyudahi keterangannya.

Senada dengan Ronal, dua perwakilan mahasiswa yang juga bertindak sebagai motor penggerak lapangan, Ernes Depla dan Yulianus Bunai, menegaskan bahwa keresahan masyarakat di tingkat bawah sudah tidak bisa dibendung lagi. Kenaikan harga BBM dinilai langsung memukul daya beli masyarakat kecil di Papua.

Menurut Ernes Depla, gerakan ini sedang memasuki tahapan krusial, yaitu penyamaan persepsi di tingkat basis massa. Komunikasi tidak hanya dilakukan di internal Universitas Cenderawasih (Uncen), melainkan juga merangkul elemen mahasiswa dari berbagai kampus lain di Jayapura.

“Kami sedang mengunci barisan. Diskusi-diskusi di tingkat fakultas dan konsolidasi lintas kampus terus berjalan. Tuntutan kami satu dan jelas: pemerintah harus melihat kondisi riil di Papua dan segera menurunkan harga BBM,” ujar Ernes.

Ernes menambahkan bahwa keterlibatan aktif Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia dalam koordinasi ini menjadi bukti bahwa isu yang diangkat merupakan kepentingan nasional yang dirasakan langsung di daerah.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

3 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

11 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

12 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

14 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

15 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

16 hours ago