Senada dengan Ernes, Yulianus Bunai juga memastikan bahwa aksi turun ke jalan ini tinggal menunggu waktu yang tepat. Pihaknya sengaja tidak langsung gegabah menetapkan tanggal agar manajemen massa dan poin-poin tuntutan bisa tersampaikan secara tajam dan damai.
“Aksi demo itu sudah pasti. Saat ini kami fokus pada pematangan strategi di lapangan agar aspirasi rakyat ini benar-benar didengar dan tidak sekadar menjadi angin lalu. Begitu konsolidasi rampung, kami akan langsung bergerak,” tegas Yulianus Bunai.
Ungkapnya ada beberapa poin penting yang melandasi rencana aksi besar ini diantaranya; Lonjakan harga BBM berpotensi menaikkan tarif angkutan umum (angkot) dan transportasi logistik secara tidak terkontrol. Kenaikan biaya transportasi dipastikan akan langsung mengerek harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional Jayapura. Hingga struktur ekonomi masyarakat Papua yang sensitif terhadap perubahan harga barang dinilai akan semakin terbebani. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…
Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…