Categories: METROPOLIS

Perempuan dan Anak Rawan Jadi Korban Konflik

JAYAPURA – Di tengah konflik yang belakangan ini terjadi di Papua, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Jayapura, meminta pemerintah sudah harus memetakan sejak dini terkait dengan keselamatan dan keamanan bagi perempuan dan anak anak.

  “Pemerintah sudah harus memetakan keberadaan perempuan dan anak ketika terjadi konflik di Papua,” ucap Direktur LBH APIK Jayapura, Nur Aida Duwila kepada Cenderawasih Pos, Senin (9/1).

  Dikatakan Nona, pemerintah tak boleh diam atau membiarkan perempuan dan anak mencari perlindungan sendiri di tengah konflik. Pasalnya, perempuan dan anak anak merupakan kaum rentan yang rawan jadi korban di tengah konflik.

  “Anak-anak dan perempuan adalah orang yang paling rawan, kapan saja ia bisa menjadi korban. Sehingga mereka ini harus dibantu dan diamankan terdahulu ketika ada konflik atau kejadian apa pun,” jelasnya.

  Menurutnya, pemahaman kita menempatkan posisi perempuan dan anak selalu terabaikan di daerah konflik. Karena itu, perlu dibangunnya pemahaman dan harus dipikirkan sejak awal dimana perempuan dan anak anak diamankan ketika konflik terjadi di suatu daerah.

  “Bagi saya, tempat aman bagi perempuan dan anak ketika terjadi konflik di daerah tersebut adalah gereja, masjid dan orang yang dituakan atau yang dipercaya di daerah tersebut,” kata Nona.

  Kata Nona, sudah saatnya pemerintah di setiap daerah memetakan dimana perempuan dan anak harus berlindung ketika terjadinya konflik. “Saya harap Dinas Pemberdayaan Perempuan di setiap kabupaten/kota harus bekerja ekstra terkait dengan persoalan ini, jangan biarkan anak anak dan perempuan hidup dalam kebimbangan di wilayah konflik,” tegasnya.

  Nona juga mengimbau, apa pun persoalan di suatu wilayah. Harus mencari solusi dan penyelesaian yang baik, sehingga tidak menimbulkan korban. “Terkait konflik yang terjadi di Kampung Karya Bumi, LBH Apik rencana akan turun melakukan pendampingan kepada anak anak dan perempuan yang ada di daerah tersebut,” pungkasnya. (fia/tri)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Kebakaran di Dok IX, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…

4 hours ago

Serapan APBD Baru 45 Persen, Pimpinan OPD Diwarning

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melontarkan peringatan keras kepada seluruh…

5 hours ago

OPD Kolektor Harus Kejar Target PAD Rp313 Miliar

  Rustan mengatakan, Pemkot Jayapura sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) PAD yang menghasilkan sejumlah…

6 hours ago

Papua Jaga Inflasi 3,5 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru

   Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan…

6 hours ago

Pemkot Buka Seleksi Tiga Jabatan Kepala OPD

   Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…

8 hours ago

Ditemukan dengan Kondisi Kurus Setelah 20 Hari Bertahan

Meski tak menceritakan secara detail bagaimana proses korban bisa melarikan diri atau diamankan dari pihak…

9 hours ago