

Penjabat Wali Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey, M.Si., saat bersama anak-anak sekolah dasar yang ikut dalam Program Gasing gelombang II di Kota Jayapura, Sabtu (8/7). (FOTO:Robert Mboik/Cepos
JAYAPURA-Pemerintah Kota Jayapura dibawa kepemimpinan Penjabat Wali Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey, M.Si., sangat konsisten untuk membenahi SDM di Kota Jayapura dimulai dari usia sekolah dasar melalui program Numbai Pintar yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Jayapura, bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Jaya, belajar matematika cepat menggunakan metode gasing (gampang, asik menyenangkan).
Menurut Frans Pekey, dengan pendidikanlah dapat merubah dunia dan dengan pendidikan pula dapat merubah sebuah peradaban. Baik untuk membangun sebuah bangsa merubah sebuah daerah, jalannya hanya melalui pendidikan. Karena itu apapun sumber daya yang tersedia, harus dioptimalkan untuk membangun pendidikan.
“Kota Jayapura sebagai barometer pendidikan di Papua, maka kita tidak bisa bertahan hanya pada barometer. Tetapi kita harus meningkatkan lagi melalui pendidikan yang berkualitas, berdaya saing. Sesuai dengan era kompetisi hari ini. Karena itu berbagai langkah dan kebijakan kita turunkan, kita lakukan kita tingkatkan untuk membangun pendidikan di kota Jayapura,”kata Frans Pekey, Sabtu (8/7).
Salah satunya yang telah digagas Pemkot Jayapura melalui program Numbai Pintar atau program berhitung cepat bekerja sama dengan Prof. Dr. Yohanes Surya. Dimana program ini juga sudah diterapkan secara nasional di beberapa kabupaten dan kota di Indonesia.
Karena itu, Pemkot Jayapura juga sangat senang dan semangat untuk menyambut pelaksanaan program belajar cepat matematika melalui program gasing.
“Karena dengan berhitung sejak sekolah dasar, akan mempermudah aktivitas apa saja terutama apabila mereka kemudian terjun dalam dunia usaha dunia ekonomi, maka harus tahu matematika,” ujarnya.
Saat ini Pemkot Jayapura sudah melaksanakan program itu untuk periode kedua setelah 2 bulan sebelumnya sudah dilakukan program Gasing periode pertama. Harapannya baik siswa maupun guru yang dilatih dalam program ini bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing.
“Saya punya ide mulai tahun depan, kita akan adakan pelatihan semua guru kelas SD, dalam pelatihan metode Gasing. Kita harapkan semua sekolah ini bisa menerapkannya karena itu kita harus memperkuat guruguru,” pungkasnya. (roy/nat)
Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…
Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…
Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…
al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…