Categories: METROPOLIS

RSJ Abe Over Kapasitas, Banyak Orang Gila Berkeliaran

Direktur Rumah Sakit Jiwa Abepura, Daniel L Simunapendi. ( FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA – Dalam beberapa tahun terakhir cukup sering ditemui orang gila alias gangguan jiwa lalu lalang di Kota Jayapura, tak heran ada yang resah karena orang yang dalam gangguan jiwa tersebut bisa saja menyerang orang tanpa sebab musabab. Bahkan ada juga yang mempertanyakan peran pemerintah dalam menyikapi orang dalam gangguan jiwa tersebut. 

Direktur Rumah Sakit Jiwa Abepura, Daniel L Simunapendi mengakui masih banyaknya pasien ganguan jiwa/orang gila belum diakomodir, sehingga mereka masih berkeliaran di sepanjang Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. 

“Kami akui hal itu namun kami mengalami sedikit kendala salah satunya RSJ Abepura yang suda overkapasitas sehingga tidak bisa menampung semua pasien tersebut,” ujar Daniel saat ditemui Cenderawasih Pos di Abepura, Kamis (9/5) kemarin.

 Adapun sejumlah kendala yang dihadapi oleh RSJ Abepura saat ini selain over kapasitas, tahun 2018 dana yang dianggarkan tidak sesuai sehingga pihaknya hanya bisa mengakomodir 10 pasien yang diambil langsung di jalan.

 “Sebagian besar pasien kami tidak memiliki tempat untuk dikembalikan karena pihak keluarga tidak ada yang mengakui atau malah tidak mau menerima sehingga mautidak mau kami harus menampung,”jelasnya.

 Dimana saat ini RSJ Abepura sudah menampung kurang lebih 20 pasien yang tidak memiliki tempat untuk dikembaikan, yang juga menjadi salah satu dampak berkuragnya ruang bagi pasien yang baru atau yang akan diakomodir yang ada di jalanan saat ini.

 Dirinya mengakui bahwa sudah laukan kerjasama/MOU dengan Dinas Sosial Kota Jayapura untuk menaggapi persolan ini namun disatu sisi juga  Dinsos juga kekurangan tempat untuk menampung pasien tersebut sehingga saat ini kami belum bisa mengakomodir sebagian yang masi ada di jalan.

 “Dari hasil akmodir tahun 2018 yang berjumlah 10 orang, Dinsos sudah kewalahan apalagi mau ditambah, tentu harus melalui berbagi pertimbangan lagi,”paparnya.

 Namun untuk tahun 2019 pihaknya berharap bisa mengakomodir semua orang ganguan jiwa disepanjang jalan baik yang ada di Kota Jayapura maupun Kabupaten Jayapura.

 “Ditahun ini kami rencana mengakomodir semua namun disatu sisi juga kami akan mengajak instansi terkait seperti Dinas ketenaga kerja supaya bisa memberikan ruang bagi pasien setelah dilakukan penyembuhan,”tuturnya.

Sementara itu terkait kondisi RSJ Abepura yang sudah tidak memungkinkan untuk menampung pasien yang ada pihaknya sudah merekomendasikan kepada Gubernur Papua untuk dialokasikan pembanguna RSJ yang baru.

“Sementara tempat yang saat ini menjadi tujuan pembagunan tersebut di Koya tentu dengan harapan luas  yang bisa menampung jumlah pasien yang ada,”tutupnya.(kim/wen)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

12 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

13 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

14 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

15 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

16 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

17 hours ago