

JAYAPURA-Selama bulan puasa stok kebutuhan darah di Kota Jayapura, memang terbatas. Hal ini dikatakan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura Ir H.Rustan Saru, MM., kepada wartawan, Kamis (9/5).
Rustan Saru menjelaskan, saat ini untuk stok darah di UPTD PMI Kota Jayapura, yang ada hanya stok darah golong B itupun stoknya terbatas dan untuk stok darah golongan A, O dan AB kosong. Sehingga, solusinya bagi pasien yang membutuhkan darah tersebut, bisa didapatkan dengan donor pengganti yakni dari keluarga pasien yang darahnya sama.
“Memang stok darah kita di PMI Kota Jayapura sangat terbatas untuk golongan darah B, bahkan untuk golongan darah A, AB dan O malah kosong, sehingga jika pasien membutuhkan darah harus lewat donor pengganti yakni dari keluarga pasien sendiri,”ungkapnya.
Menurut Rustan kebutuhan darah di Kota Jayapura ada 2,5 persen dari jumlah penduduk di Kota Jayapura atau sekitar 800-1000 kantong darah per bulannya.
“Namun, kebutuhan darah saat ini di Kota Jayapura kadang terpenuhi kadang juga tidak, kalau banyak warga yang mendonorkan darahnya pasti terpenuhi, namun kalau tidak cara menyikapinya dari keluarga pasien sendiri yang mendonorkan darahnya sesuai yang dibutuhkan,”katanya
Ia menambahkan bulan puasa untuk warga yang melakukan donor darah juga cukup berkurang, khususnya yang menjalankan ibadah puasa tidak bisa mendonorkan darah pada siang hari.(dil/gin).
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…