Categories: METROPOLIS

Power Rangers “Turun Tangan” Kawal Pleno KPU

JAYAPURA-Di tengah suasana ricuh saat pleno surat suara tingkat KPU Kota Jayapura siang ini, Jumat (6/12) ada yang tidak biasanya hadir di tengah tengah masa yang bentrok. Adapun lima orang pria, datang dengan mengenakan pakaian power rangers, ada yang berwarna merah biru, pink hijau dan kuning.

    Mereka datang menggunakan motor beat dari arah Jayapura setiba di depan Hotel Grand Abepura tokoh film anak-anak  ini langsung turun di tengah kerumunan masa yang baru saja dibubarkan aparat kepolisian.

  Mereka jalan ke arah massa maupun aparat sembari membentang selembar kertas bertuliskan “Kawal Pleno PPD”. Sontak situasi yang awalnya mencekam serentak mencair. Bagaimana tidak masa maupun aparat pengamanan yang mulanya tegang akibat adanya aksi lempar batu dari kubu pendukung Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura nomor urut 02 Jony Banua Rouw (JBR-Hadir) dengan pendukung nomor urut 04 Abisasi Rollo-Rustan Saru (ABR-Harus) ramai ramai memotret kedua pria tersebut.

   Bahkan dua orang pria yang mengenakan pakaian power rangers itu tidak hanya membentangkan poster dari pinggir jalan, namun keduanya masuk di bahu jalan sambil mengkampanyekan kawal pleno yang sedang berlangsung di Hotel Grand Abepura itu.

  Tidak lama setelah itu, keduanya bergegas pergi meninggalkan lokasi. Situasipun terus mencair, hingga situasi di tempat kejadian perkara (TKP) berlangung kondusif.

  Kekisruhan di depan hotel pelaksanaan Pleno ini, direspon langsung oleh calon Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo. Ia datang dengan mengenakan pakaian berbalut hitam menemui pendukung yang ada di depan Hotel Grand Abepura.

   Ia memberikan imbauan kepada pendukungnya serta meminta pendukung untuk tidak melakukan aksi. “Mari kita percayakan proses ini dengan penyelenggara, termasuk juga aparat keamanan,” imbuhnya di hadapan tim pendukung.

  Ia pun meminta seluruh tim pendukung tidak terprovokasi, sebab aksi kericuhan itu merugikan banyak pihak, terutama pengguna jalan maupun pelaku usaha yang ada di sekitar Hotel Grand Abepura.

  “Jangan gara-gara kita, lalu yang lain menjadi korban, apalagi ini jalan umum, kalau kita terus-terusan ada di jalan nanti jalanan macet,” imbuhnya.

   Setelah memberi arahan ABR dengan tim pendukungnya meninggalkan lokasi. Situasipun berlangsung kondusif, pertokoan yang di sekitar lokasi yang sempat tutup, akhirnya kembali buka dan melayani pengunjung. (rel/tri)

 

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

4 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

5 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

7 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

8 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

9 hours ago

BPKAD dan Bapperida Harus Evaluasi Ketat Serapan APBD 2026

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…

10 hours ago