“Kita ini uang banyak, tergantung pemimpinnya jika pemimpin yang punya pengalaman pasti tau cara kelola uang, tapi kalau yang belum, maka programnya akan mengambang,” tandasnya.
Hal yang tidak kalah penting perhatikan SDM di setiap lingkungan pendidikan, mulai dari sarana prasaran, maupun kebutuhan lain untuk menunjang proses belajar mengajar bagi para siswa.
“Semua guru tidak ada yang buka usaha sampingan di sekolah, tapi mereka fokus pada pembelajaran, sehingga anak anak kita ini bisa mendapatkan pembelajaran uang layak dan tentunya bisa brsainf dengan lulusan luar daerah bahkan kanca internasional,” tandasnya.
Semua program uang digagasnya ini, tentu tidak dapat dikerjakan secara mandiri, tapi perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak, terutama pejabat pemerintah dilingkungan provinsi maupum lembaga lain yang erat kaitannya dengna pendidikan.
“Segala sesuatu yang kita kerjakan tidak dapat berjalan sendiri sendiri, tapi perlu adanya kolaborasi, saya harap program ini didukung semua pihak,” pungkasnya (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…