“Kita ini uang banyak, tergantung pemimpinnya jika pemimpin yang punya pengalaman pasti tau cara kelola uang, tapi kalau yang belum, maka programnya akan mengambang,” tandasnya.
Hal yang tidak kalah penting perhatikan SDM di setiap lingkungan pendidikan, mulai dari sarana prasaran, maupun kebutuhan lain untuk menunjang proses belajar mengajar bagi para siswa.
“Semua guru tidak ada yang buka usaha sampingan di sekolah, tapi mereka fokus pada pembelajaran, sehingga anak anak kita ini bisa mendapatkan pembelajaran uang layak dan tentunya bisa brsainf dengan lulusan luar daerah bahkan kanca internasional,” tandasnya.
Semua program uang digagasnya ini, tentu tidak dapat dikerjakan secara mandiri, tapi perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak, terutama pejabat pemerintah dilingkungan provinsi maupum lembaga lain yang erat kaitannya dengna pendidikan.
“Segala sesuatu yang kita kerjakan tidak dapat berjalan sendiri sendiri, tapi perlu adanya kolaborasi, saya harap program ini didukung semua pihak,” pungkasnya (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…