Categories: METROPOLIS

Dana BOSDA Ribuan Siswa Masih Tertahan di Bank

JAYAPURA-Ribuan siswa di Kota Jayapura hingga kini belum bisa menikmati dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) tahun anggaran 2023 dan 2024. Dana tersebut masih tertahan di Bank Papua, lantaran banyak penerima tidak memiliki dokumen lengkap yang menjadi syarat utama dalam proses pencairan bantuan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengungkapkan bahwa kendala utama terletak pada kelengkapan administrasi siswa penerima bantuan. Banyak siswa yang belum memiliki dokumen penting seperti akta kelahiran, KTP, maupun dokumen identitas lain yang dibutuhkan pihak bank untuk proses verifikasi.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak Bank Papua. Ada sekitar seribu siswa SD, tujuh ratus siswa SMP, dan delapan ratus siswa SMA yang hingga kini belum mencairkan BOSDA karena terkendala dokumen,” jelas Rocky kepada wartawan di Abepura, Senin (6/10).

Rocky menjelaskan, selama ini mekanisme pencairan BOSDA dilakukan langsung ke rekening masing-masing siswa. Namun, pihak bank mewajibkan adanya verifikasi dokumen identitas sebelum pencairan dilakukan. Akibatnya, banyak siswa gagal mengklaim bantuan karena tidak melengkapi persyaratan tersebut.

“Selama ini dana BOSDA langsung masuk ke rekening siswa. Tapi untuk pencairan, bank harus pastikan identitas penerima. Karena banyak yang belum urus dokumen, uangnya akhirnya tertahan di bank,” bebernya.

Kondisi sosial sebagian siswa di Kota Jayapura juga menjadi faktor penghambat. Rocky menyebut, banyak siswa yang berasal dari keluarga broken home atau tinggal bersama keluarga lain seperti nenek, tante, atau ayah tunggal, sehingga pengurusan dokumen seringkali terabaikan.

“Kami cukup memaklumi, karena banyak anak-anak kita di Kota Jayapura yang tidak tinggal bersama orang tua lengkap. Jadi hal seperti ini wajar saja terjadi, tapi tetap harus dicarikan solusinya,” ujarnya.

Melihat persoalan yang terus berulang, Pemerintah Kota Jayapura memutuskan untuk mengubah mekanisme pencairan BOSDA mulai tahun 2026. Jika sebelumnya dana dikirim langsung ke rekening siswa, ke depan dana tersebut akan disalurkan ke rekening sekolah masing-masing. Nantinya, pihak sekolah yang akan membantu proses pencairan dan penyaluran kepada siswa penerima.

‘Mulai tahun 2026, formatnya kita ubah. Dana BOSDA akan masuk ke rekening sekolah. Sekolah yang bantu urus pencairan dan memastikan setiap siswa penerima mendapatkan haknya. Dengan cara ini, prosesnya bisa lebih cepat dan efisien,” jelas Rocky.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Nasib Rahmad Darmawan Ditentukan Pekan Depan

Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…

16 hours ago

Lagi, 7 Jenazah Korban Jembatan Roboh Ditemukan

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…

17 hours ago

Polda Papua Pastikan Seleksi Bintara Polri Transparan

Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…

18 hours ago

Siap Bentuk Mutiara Digital di Batas Kota, Melawan Keterbatasan dengan Prestasi

Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…

19 hours ago

Abisai Rollo : Keberhasilan Implementasi Otsus Diukur dari Dampak yang Dirasakan Langsung oleh Warga Papua

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…

20 hours ago

2027, Pemkam Holtekam Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…

21 hours ago