Di sisi lain, Direktur IPDN Kampus Regional Papua, Davit Erwin Mayor, memberikan apresiasi atas inisiatif IKAPTK Kota Jayapura yang dinilai mampu menjawab minimnya jumlah putra-putri asli Papua yang berhasil lolos seleksi IPDN dalam beberapa tahun terakhir.
“Selama lima tahun terakhir jumlah anak asli Papua yang diterima di IPDN masih sangat sedikit. Bahkan tahun lalu tidak ada yang berhasil lolos. Karena itu saya sangat mendukung kegiatan ini agar mereka memiliki persiapan yang lebih baik dan mampu bersaing dengan peserta dari daerah lain,” ungkap Davit.
Ia menjelaskan bahwa simulasi CAT tidak hanya menguji kemampuan akademik peserta, tetapi juga melatih manajemen waktu dalam menyelesaikan lebih dari seratus soal dalam waktu yang terbatas. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Bagi masyarakat adat Sentani, ikan ini bukan sekadar sumber pangan. Gabus Sentani memiliki nilai budaya,…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan…
Bukti tersebut diyakini tidak hanya mengarah pada praktik penyimpangan di internal lembaga, tetapi juga berpotensi…
Aksi spiritual yang diikuti oleh sekira 80 peserta ini berpusat di Lapangan Cigombong, Distrik Abepura,…
Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lagi memaksakan proyek pembangunan gedung…
Sebanyak 3.053 formasi guru PPPK disiapkan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat, program pendidikan yang digagas…