Categories: METROPOLIS

Warga Ditertibkan Namun Togel Tetap Jalan

Aktifitas warga di Pasar Youtefa, hingga Rabu (8/4) kemarin masih ramai. Aparat keamanan dikritisi karena aktifitas kumpul-kumpul orang masih ada.  (Gamel Cepos)

JAYAPURA– Upaya penertiban terhadap warga yang dilakukan aparat keamanan disaat pemberlakukan pembatasan sosial mendapat sindiran. Aparat baik Satpol PP maupun aparat keamanan dianggap hanya menertibkan mereka yang berkumpul namun tidak menertibkan lokasi penjualan minuman keras maupun loket-loket judi togel yang juga mengumpulkan orang. Ini seperti disampaikan seorang warga bernama Hera yang menyebut bahwa banyak kios, warung makan, sopir taxi diminta untuk tidak beroperasi karena ada pembatasan namun anehnya para penjual togel dan minuman masih beroperasi.

  Sementara untuk wilayah Abepura juga sama. Sebuah pondok yang dibuat layaknya kios berdiri aman di samping Balai Bahasa tak jauh dari Asrama Mahasiswa Tolikara. Menariknya lokasinya persis di pinggir jalan sehingga siapa saja yang melintas pasti melihat. Namun anehnya meski di pinggir jalan, pondok atau kios togel ini masih beroperasi  dari tahun lalu. 

 Tak hanya itu, selain di lokasi jalan menuju Yoka ini,  lokasi lama yakni Pasar Youtefa juga masih beroperasi. Pantauan Cenderawasih Pos tempat yang digunakan adalah lokasi yang dulunya dibongkar dan sempat dilakukan razia. Disini jumlahnya malah hampir 100 orang dengan membentuk kelompok-kelompok kecil. 

 Terkait ini Kapolsek Abepura, AKP Clift Gerald Duwith menyatakan bahwa untuk lokasi Pasar Yotefa pihaknya sudah 2 kali membubarkan namun ternyata masih kepala batu. “Untuk yang di Waena kami akan berkoordinasi dengan Polsek Heram sedangkan yang di Pasar Youtefa ini minggu kemarin kami sudah dua kali bubarkan tapi masih saja ada yang bermain. Ini kepala batu semua dan segera kami tindak,” tegasnya.

 Ini disampaikan seorang warga bernama Dera dimana menurutnya aktifitas jual beli Togel masih nampak di  jalan masuk BTN Polda Doyo Baru, Sentani Kabupaten Jayapura. Namun ia menulis seharusnya  jika pekerjaan yang halal dan  dipakai untuk hidup bisa ditertibkan mengapa penjual miras dan togel bisa beroperasi. “Kan akhirnya masyarakat akan menilai dimana keadilan. Masak kios, sopir taxi dan toko disuruh tutup dan tak boleh beroperasi tapi yang judi dan miras tetap jalan. Apa pembeli miras dan togel ini anti Corona kah,” ujar Dera membalas pesan Cenderawasih Pos. (ade/wen) 

newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago