

JAYAPURA – Meningkatnya permintaan telur, disikapi PT. Harves Pulus Papua selaku produsen Telur Mahkota dengan menerapkan sistem pembatasan pembelian telur.
Penanggung Jawab PT. Harves Pulus Papua Telur Mahkota, Ronal mengatakan, permintaan telur meningkat sudah sekitar dua minggu ini dan pihaknya melakukan pembatasan pembelian ke konsumen agar permintaan masyarakat dapat terlayani.
“Karena banyaknya permintaan mulai dari distributor sampai dengan pembeli umum kami berikan pembatasan. Khusus pengecer tidak bisa kami layani sesuai permintaan yang penting semua konsumen bisa terlayani. Sedangkan untuk pembeli umum setiap orang hanya boleh beli satu rak,” ungkap Ronal kepada Cenderawasih Pos, Rabu (8/4) kemarin.
Diakuinya, tidak hanya pembatasan bagi konsumen, harga yang disediakanya juga terjangkau tidak ada kenaikan sama sekali pihaknya masih menjual dengan harga normal. Baik telur jumbo, besar dan sedang.
Bahkan dengan banyaknya permintaan untuk saat ini pihaknya tidak melayani permintaan di luar daerah, tapi fokus memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Jayapura dan sekitarnya.
“Harga telur yang kami sediakan untuk telur jumbo Rp 75 ribu/rak, telur besar Rp 68 ribu/rak dan telur sedang Rp 55 ribu/rak. Harga ini tidak ada perubahan sampai dengan saat ini,” terangnya.
Diakuinya,stok telur yang pihaknya sediakan stabil karena setiap hari produksi telur 43.000 butir dari total ayam yang produksi 65.000 ekor ayam serta ayam baru sebanyak 20.000 ekor yang pihaknya sediakan. (ana/ary)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…