Sementara, saat ditemui diruang kerjanya, Nofdi pun membantah terkait isu kerusakan kursi serta aset lain didalam GOR Waringin akibat terbiarkan lama kehujanan dan kepanasan. “Bukan kursinya yang rusak, tapi sengaja dicabut,” ungkapnya.
Dijelaskan bahwa kursi sengaja dicopot karena membangun itu perlu ruangan yang besar dan luas untuk menghindari kerusakan pada kursi. Semenjak gedung itu rutuh, dilakukan audit, dilakukan pemeriksaan bahkan kata Nofdi didatangkan Tim ahli dari Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan.
Ia pun melakukan konsultasi kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia (LKPPRI) untuk minta audit ke BPKP. Melalui proses yang panjang selama satu tahun proyek tersebut akhirnya bisa dilelang, dan sudah bisa dikerjakan kembali.
Diketahui atap GOR Waringin yang terletak di Kelurahan Waimhorock, Distrik Abepura Kotaraja, Kota Jayapura, Papua itu, ambruk akibat diterjang angin kuat disertai hujan yang terjadi, Minggu (09/01/2022) lalu. Akibatnya tidak dapat digunakan untuk kegiatan keolahragaan di Kota Jayapura sampai saat ini. (rel/cr-278/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…
Kegiatan ini menjadi informasi dan bukti nyata, apa yang selama ini telah dikerjakan pemerintah daerah,…
Suara dentuman meriam simulasi dan letupan gas air mata memecah keheningan Mimika, Papua Tengah. Di…
Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…
Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan…
Bayang-bayang tapal batas yang membentang di tanah Papua tak mampu memagari jejak Ben Alois Natkime.…