

Abisasi Rollo, Ketua DPRD Kota Jayapura (FOTO:Karel/Cepos)
JAYAPURA-KPU RI, telah menetapkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 tahun 2023 tentang daerah pemilihan dan alokasi kursi anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota pada Pemilihan Umum 2024 mendatang.
Khusus Kota Jayapura pada pemilu 2024 hanya mendapatkan 35 kursi, turun 5 kursi dari yang sebelumnya berjumlah 40 kursi. Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisasi Rollo, menyampaiikan pihaknya akan mengikuti PKPU.
“Kalau sudah ditetapkan menjadi 35 kursi, mau apalagi,” kata Ketua DPRD Kota Jayapura, kepada wartawan di Jayapura, Selasa (7/2)
Abisasi menyatakan imbas dari pengurangan kursi, yang sebelumnya 40 kursi dan turun menjadi 35 kursi, akan berdampak pada kursi pengangkatan adat, yang tentunya akan berkurang.
“Sebenarnya terkait hal ini kita telah minta perhatian pemerintah, tetapi karena KPU Pusat telah menetapkan PKPU No. Nomor 6 tahun 2023, maka tidak akan mukin bisa diubah,” ujarnya.
Dikatakan terlepas adanya penguruangan kursi untuk DPRD Kota Jayapura pada pemilu 2024, maka berharap pada periode selanjutnya harus ada penambahan jumlah kursi. Sebab menurut dia secara kasat mata, pertumbuhan penduduk di Kota Jayapura, setiap tahunnya mengalami peningkatan.
Harusnya jumlah kursi untuk pemilu tahun 2024 pun tidak berkurang seperti yang ditetapkan KPU RI. Namun jika dilihat dari data Dukcapil tahun ini, dapat disimpulkan, ada banyak penduduk di Kota Jayapura yang belum terdata.
“Kalau tahun 2024 hanya 35 kursi, maka saya harap agar periode selanjutnya harus bertambah, bahkan dua kali lipat dari pengurangan yang ada,” tegasnya.
Menurutnya, meski pada pemilu tahun 2024 hanya 35 kursi bagi anggota DPRD Kota Jayapura, namun tidak akan mempengaruhi kerja dewan dalam membangun kota Jayapura yang lebih baik. “Kalaupun 35 kursi, kita tetap semangat, karena semuanya itu dipilih oleh rakyat, maka kerjapun harus dengan sungguh-sungguh demi pembangunan Kota Jayapura ke depan,” pungkasnya. (rel/tri)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…