

Domingus Sorabut ( FOTO: Noel/Cepos)
JAYAPURA – Ketua Dewan Adat Papua Domingus Sorabut secara tegas mengatakan kehadiran pemekaran dengan jumlah penduduk Orang Asli Papua (OAP) yang sedikit, akan membuka peluang bagi masyarakat non Papua menguasai semua sektor yang mengakibatkan orang Papua menjadi stres, Stroke dan mati. Tersisih karena tidak mampu bersaing.
“Jumlah masyarakat Papua hari ini hanya 2 juta sementara masyarakat di negara tetangga Papua Nugini dulunya hanya 7 juta pada 2020 sekarang sudah menjadi 9 juta Pada 2022 dari 17 provinsi itu pun gabungan dari orang asli Papua dan pendatang, sehingga jika dipisahkan orang Papua bayangkan berapa jumlah kita,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa, (7/6).
Dengan kondisi jumlah penduduk ini, ia mengatakan kehadiran pemekaran jika dilihat secara logika hal ini tidak masuk akal dan penuh dengan kepentingan karena jumlah penduduk orang asli Papua tidak akan menjadi solusi. “Jika jumlah kita seperti ini, sekarang kita bisa bertanya pemekaran ini untuk siapa,” kata Domingus Sorabut.
Dia mengatakan ini akan menjadi pintu masuk pelanggaran HAM bagi masyarakat Papua. Ia meminta kepada pemerintah maupun politisi untuk mencari solusi ini dengan mindset berpikir yang rasional sesuai kondisi Papua dari jumlah penduduk dan sumber daya manusia. (oel/tri)
Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…
Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…
Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…