Categories: METROPOLIS

Ada Sampah Kulkas Juga

Tumpukan sampah yang menutupi saluran air tak jauh dari Pasar Yotefa Abepura terlihat mampet dan sedang dibersihkan oleh seorang warga setelah hujan deras, Minggu (7/5) kemarin. Perilaku nyampah di tengah masyarakat hingga kini masih menjadi sorotan. ( FOTO : Gamel/Cepos )

JAYAPURA – Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur Kota Jayapura termasuk Abepura, Minggu dini hari kemarin mengakibatkan sejumlah lokasi tergenang banjir.  Seperti biasa persoalan sampah masih satu paket dengan banjir dan yang terlihat pada Ahad (7/4) kemarin beberapa saluran drainase di Kali Acay hingga Pasat Yotefa ada yang dipenuhi dengan sampah botol plastik.  Ratusan sampah-sampah ini memenuhi volume drainase  hingga membuat air meluap.

 Tak hanya botol plastik, ada juga sampah kaleng termasuk jeringen minyak bahkan ada kulkas yang ikut tertahan dengan tumpukan sampah. Menariknya kulkas ini bukan satu tapi dua. Tidak diketahui bagaimana ceritanya  kulkas satu pintu ini bisa ada di saluran air namun  pastinya ikut membuat mampet jalur air. “Apa saja ada disini, itu tadi ada juga kulkas. Tapi yang paling banyak adalah botol plastik,” kata salah seorang warga yang terlihat membereskan drainase. Hanya sayangnya ratusan botol-botol ini tak langsung diangkat tetapi justru dilepas ke Kali Acay  dan memenuhi trash rack  atau besi penahan sampah.

 Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Ir Hj Ketty Kailola mengakui bahwa  hingga kini perilaku masyarakat untuk tidak nyampah masih sulit dirubah. Kesadaran warga untuk membuang sampah tepat waktu atau membuang pada tempatnya masih dirasa kurang. Karena itulah Pemkot melalui Wali Kota selalu mengingatkat ketika ada pertemuan dengan warga. “Ini memang harus terus diingatkan, perilaku nyampah ini masih sulit dihilangnya. Nanti air meluap dan banjir barulah menyalahkan pemerintah, padahal ia sendiri tak sadar jika dari botol plastik yang dibuang, sedotan yang ditinggalkan dan kantong plastik yang terus   digunakan selalu menghasilkan sampah dan menjadi masalah,”  kata Ketty. 

 Ia meminta warga lebih dewasa dan bijak dalam hal ini mengingat sampah jika terus terbiar maka tak hanya menjadikan banjir tetapi juga penyakit dan tidak semata-mata penanganan dilakukan oleh pemerintah. “Coba sadar-sadar sedikit ka, sampai kapan mau diingatkan dan dari semuanya harus kami akui sampah di perumahan yang paling banyak bahkan ada juga yang sengaja dibuang ke kali,” singgungnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Kebakaran di Dok IX, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…

6 hours ago

Serapan APBD Baru 45 Persen, Pimpinan OPD Diwarning

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melontarkan peringatan keras kepada seluruh…

7 hours ago

OPD Kolektor Harus Kejar Target PAD Rp313 Miliar

  Rustan mengatakan, Pemkot Jayapura sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) PAD yang menghasilkan sejumlah…

8 hours ago

Papua Jaga Inflasi 3,5 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru

   Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan…

9 hours ago

Pemkot Buka Seleksi Tiga Jabatan Kepala OPD

   Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…

10 hours ago

Ditemukan dengan Kondisi Kurus Setelah 20 Hari Bertahan

Meski tak menceritakan secara detail bagaimana proses korban bisa melarikan diri atau diamankan dari pihak…

11 hours ago