Categories: METROPOLIS

Pelaku Usaha Tetap Was Was!

Terkait Aksi Demo Penolakan DOB Hari ini 

JAYAPURA-Rencana aksi demo terkait  penolakan Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua yang dilakukan jumlah mahasiswa di perguruan tinggi Kota Jayapura, Selasa (8/3) hari ini, nampaknya tetap membuat rasa was was bagi para pelaku usaha, terutama di ruas jalan utama di Kota Jayapura. Hal ini, tidak terlepas dari masih adanya rasa trauma terkait dengan aksi demo rusuh yang berujung pada aksi pembakaran pada tahun 2019 lalu.

  Royo salah satu karyawan Toko Mekar Sari Entrop mengakui, memang telah mendengar informasi maupun berita di media sosial kalau hari Selasa ini ada rencana aksi demo  oleh sekelompok mahasiswa dalam menentang DOB.

  Namun dari info ini telah direspon balik oleh pihak kepolisian bahwa demo ini tidak boleh karena adanya pandemi dan menganggu Kamtibmas. Karena itu, pihaknya tetap buka seperti biasa terkecuali nanti jika ada informasi kalau aksi demo mengarah kerusuhan sekaligus mau lewat tokonya maka ia baru mau tutup toko.

  “Selama demo ini masih bisa diatasi pihak berwajib dan tidak terjadi kerusuhan maupun tidak lewat di tempat usaha ini, kami tetap buka seperti biasa, karena biasanya yang panik itu ada di daerah Abepura yang langsung pusat tempatnya orang demo,”ungkapnya, kemarin.

   Royo mengakui, secara psikis memang rasa trauma masih ada dengan kejadian di tahun 2019 lalu demo yang mengarah kerusuhan, namun ini juga pembelajaran aparat TNI-Polri  jika sudah ada isu demo seperti in, mereka harus bisa mencegah lebih dini agar tidak melebar kemana-mana. Bagaimana pun yang dirugikan masyarakat dan pelaku usaha.

   Hal senada Sardi pemilik usaha salon mobil di jalan otonom Kotaraja, adanya isu aksi demo pada hari ini ia mengaku rasa khawatir pasti ada, apalagi dalam ia berusaha banyak mobil customer yang dikerjakan tentu ini jadi tanggung jawab berat.

   Untuk itu, ia berharap kejadian tahun 2019 jangan terulang kembali, karena dulu ia sangat bersyukur ada informasi dari temannya bahwa aka ada demo besar besaran, sehingga ia diminta semua mobil customer yang sudah selesai kerja untuk segera diambil dan ini terbukti.

   Namun untuk demo kali ini, ia tidak dapat infomasi kalau ada demo besar besaran, karena pihak aparat sudah standby mulai dari beberapa hari setelah mendengar isu. Sehingga ia masih menerima mobil customer untuk dikerjakan di tempatnya.

   “Demo dua tahun lalu yang berujung kerusuhan untungnya saya dikasih info teman saya jadi mobil customer langsung saya suruh ambil. Tapi saat ini informasinya pihak aparat sudah melakukan antisipasi secara dini sehingga mobil yang saya kerjakan masih saya simpan di tempat usaha saya,”jelasnya. (dil/tri)

newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

3 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

3 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

3 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

3 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

3 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

3 days ago