Categories: METROPOLIS

Pertanian Modern Buka Jalan Papua Swasembada Beras

JAYAPURA-Papua memiliki peluang meningkatkan produksi beras secara signifikan melalui penerapan pertanian modern berbasis teknologi dan mekanisasi. Dengan pola tersebut, Papua ditargetkan mampu mencapai swasembada beras dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

  Kepala Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua, Aser Rouw mengatakan, salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS). Sistem ini mengatur jarak tanam lebih rapat untuk meningkatkan populasi tanaman hingga tiga sampai empat kali dibandingkan pola konvensional.

  Peningkatan populasi tanaman tersebut kemudian diikuti dengan pengelolaan budidaya secara presisi. Pemupukan, pemeliharaan tanaman, hingga proses produksi dilakukan secara terukur dengan dukungan mekanisasi.

   “Populasi yang meningkat itu kita dekati dengan manajemen yang presisi. Pemupukannya terukur, pemeliharaan juga terukur, dan full mekanisasi,” kata Aser seusai panen padi di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (1/10).

   Penerapan sistem itu telah diuji pada lahan percontohan seluas dua hektare. Hasilnya mencapai sekitar delapan ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan rata-rata produktivitas padi di Papua yang berada di kisaran lima ton per hektare.

   Menurut Aser, hasil tersebut menunjukkan produktivitas masih dapat ditingkatkan. Dengan dukungan benih unggul, pemupukan yang tepat, teknologi budidaya, serta mekanisasi yang optimal, produksi diperkirakan dapat mencapai 10 hingga 12 ton per hektare.

   Peluang peningkatan produksi juga ditopang oleh ketersediaan lahan. Papua saat ini memiliki sekitar 1.807 hektare sawah baku, di luar lahan yang masih dalam proses pencetakan sawah.

   Jika seluruh lahan tersebut dikelola secara optimal dengan pendekatan pertanian modern, produksi beras Papua diperkirakan dapat menembus lebih dari 5.000 ton. Potensi itu akan semakin besar setelah pencetakan sawah baru rampung dan teknologi yang sama diterapkan secara luas.

  “Kalau cetak sawah selesai dan pendekatan yang sama diterapkan, dengan dukungan alat mesin pertanian, saya yakin Papua bisa swasembada 100 persen dalam dua sampai tiga tahun,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Golkar Tetapkan Prabowo Sebagai Capres 2029

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…

7 hours ago

Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur Sebagai Wapres

Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…

8 hours ago

KPU dan Bawaslu Dilaporkan ke DKPP

Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…

9 hours ago

Masyarakat Nafri Tuntut Ganti Rugi Jalan Hamadi–Holtekamp

  Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…

14 hours ago

Pembangunan Papua Tak Boleh Abaikan Masyarakat Adat

  Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…

15 hours ago

Tahun Depan Kapal dan Pesawat Harus Masuk Waropen

Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…

16 hours ago