Categories: METROPOLIS

MBG Jadi Rp8.000/Porsi, Wali Kota Khawatirkan Kualitas Gizi Anak

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menyoroti penurunan nilai anggaran per porsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini hanya sebesar Rp8.000. Penurunan ini dinilainya dapat berpengaruh terhadap kualitas gizi makanan yang disajikan kepada anak-anak di sekolah.

Abisai menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jayapura mendukung penuh pelaksanaan program MBG yang merupakan program nasional Presiden Republik Indonesia. Ia menilai, program ini sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.

“Program MBG ini sudah berjalan di seluruh Indonesia, dan sebagai pemerintah daerah, kita wajib mendukung penuh kebijakan nasional ini. Di Kota Jayapura, terdapat sekitar 14 dapur MBG yang aktif beroperasi,” ujar Abisai saat ditemui di Jayapura, Sabtu (4/10).

Namun demikian, ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap penurunan nilai per porsi MBG yang sebelumnya berkisar antara Rp13.000 – Rp15.000, kini dipangkas menjadi hanya Rp8.000 per porsi. Menurutnya, hal ini berpotensi menurunkan kualitas gizi dan mutu bahan pangan yang diberikan kepada anak-anak penerima manfaat.

“Dengan nilai Rp8.000 per porsi, kami khawatir kualitas gizi bisa menurun. Kami minta pemerintah pusat untuk menghitung kembali secara realistis agar dapur-dapur MBG tidak kesulitan, bahkan jangan sampai berhenti beroperasi,” tegasnya.

Terkait sejumlah kasus keracunan makanan yang terjadi di beberapa daerah Indonesia, Wali Kota menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap seluruh dapur MBG yang beroperasi di wilayahnya.

Ia mengaku telah meninjau salah satu dapur MBG milik Polres Jayapura Kota, dan berencana melakukan kunjungan serupa ke semua dapur dalam waktu dekat. “Kemarin saya sudah meninjau dapur milik Polres Jayapura Kota, dan dalam beberapa hari ke depan saya akan mengunjungi dapur-dapur lainnya,” pungkasnya.

“Kami juga akan mengundang seluruh pengelola dapur MBG untuk berdiskusi dan menjelaskan bagaimana sistem persiapan mereka, mulai dari pembelian bahan makanan hingga proses penyajian,” lanjutnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Perkebunan Sawit Akan Terus Dikembangkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan bakal menindaklanjuti masalah rencana pengembangan lahan perkebunan Perusahaan Perkebunan Kelapa…

7 hours ago

Tak Lagi Sibuk Kejar Target Retribusi, Hanya Atur Angkot Supaya Tertib dan Rapi

Di luar ruangannya, puluhan taksi konvensional (angkot) berwarna putih berbaris rapi di bawah bayang-bayang bangunan…

10 hours ago

Polsek Kuala Kencana Ringkus Pelaku Penganiayaan di Jalan Mayon

Peristiwa ini bermula ketika personel piket Polsek Kuala Kencana yang dipimpin Kanit Sabhara Ipda Eko…

12 hours ago

Soal Rusunawa Waena, Tunggu Koordinasi dengan Rektor

Pihak rektorat Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya memberikan respons terkait tuntutan kelompok mahasiswa yang menggelar aksi…

13 hours ago

Pelayanan Pendidikan dan Bansos Harus Tepat Sasaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, memastikan pelayan publik berjalan optimal baik di sektor pendidikan dan…

14 hours ago

73.928 Batang Rokok dan 97,92 liter Miras Ilegal Dimusnahkan

Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Persetujuan Pemusnahan dari Menteri…

15 hours ago