

Selain wisata alam dan pantai, Kota Jayapura memiliki potensi wisata budaya yang bisa menarik kunjungan wisatawan. Tampak masyarakat nelayan di seputar pesisir pantai Kota Jayapura masih banyak yang menggunakan perahu tradisional untuk mobilitas mereka. (foto: Dok/Cepos)
JAYAPURA – Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Papua berpendapat festival musik reggae atau disebut Papua Reggae Festival akan mampu membangkitkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara seperti dari Papua Nugini (PNG).
“Festival reggae ini tentu menjadi acara yang menarik karena tingginya antusiasme para pencinta musik di kalangan masyarakat di Papua,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura Erid Rumansara di Jayapura, Jumat.
Menurut Rumansara, ajang tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Rasta Kribo dengan demikian pihaknya terus memberikan dukungan supaya pelaksanaan kegiatan itu berlangsung aman.
“Festival musik reggae juga merupakan salah satu kalender event dari Dinas Pariwisata Kota Jayapura di mana ini bertujuan untuk membangkitkan sektor ekonomi kreatif (Ekraf),” ujarnya.
Pihaknya berharap melalui festival musik reggae yang akan berlangsung pada 19 Oktober 2024 sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan semakin bertumbuh dan berkembang.
“Artinya dengan adanya ajang itu pendapatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Jayapura akan meningkat begitu juga dengan bisnis perhotelan,” katanya lagi.
Dia menambahkan, selain itu pada 25-27 Oktober 2024 akan dilaksanakan Numbay Creative Festival (NCF) yang masuk pada Kalender Event Nusantara (KEN) tahun ini. “Kami berharap dengan dilaksanakannya kedua ajang ini akan menghasilkan peningkatan yang signifikan pada sektor pariwisata di Kota Jayapura,” ujarnya.
Papua Reggae Festival merupakan agenda tahunan di Tanah Papua yang menghadirkan semangat kebebasan dan karya terbaik dari musisi reggae setempat.
Dalam festival ini para musisi memperkenalkan karya dan identitas orang Papua melalui musik reggae dengan lirik bahasa daerah. “Festival ini tidak hanya sekadar ajang musik tetapi juga menjadi wadah untuk menghargai karya musisi Papua,” kata Ketua Komunitas Rasta Kribo Thedy Pekei. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…
Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…
Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…
Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…