Adapun alasan pihaknya sekolah untuk mewajibkan para siswa mengenakan baju batik dalam acara perpisahan itu, yakni agar siswa tidak melakukan coret-coret baju. Diketahui SMK Negeri 3 Jayapura menerapkan aturan tersebut sejak dua tahun yang lalu.
“Kalau beginikan enga mungkin batik-batiknya di piloks, yang dua tahun kemarin itu berturut-turut itu laki-laki pake Jas dan perempuan pake kebaya,” ujarnya.
Seperti diketahui selama acara tersebut, para siswa-siswi memamerkan berbagai bakat mereka. Ada yang menyajikan pertunjukan tari tradisional Papua, sementara yang lain memainkan musik dengan penuh semangat.
Acara tersebut menjadi bukti bahwa prestasi akademis dapat digabungkan dengan kreativitas dan seni, menciptakan momen kelulusan yang tak terlupakan bagi siswa-siswi SMK Negeri 3 Jayapura.
“Semoga keberhasilan mereka ini menjadi motivasi bagi generasi muda Pacitan untuk selalu berusaha meraih prestasi yang lebih tinggi dalam pendidikan dan berkontribusi positif pada masyarakat,” tutupnya. (kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…