Adapun alasan pihaknya sekolah untuk mewajibkan para siswa mengenakan baju batik dalam acara perpisahan itu, yakni agar siswa tidak melakukan coret-coret baju. Diketahui SMK Negeri 3 Jayapura menerapkan aturan tersebut sejak dua tahun yang lalu.
“Kalau beginikan enga mungkin batik-batiknya di piloks, yang dua tahun kemarin itu berturut-turut itu laki-laki pake Jas dan perempuan pake kebaya,” ujarnya.
Seperti diketahui selama acara tersebut, para siswa-siswi memamerkan berbagai bakat mereka. Ada yang menyajikan pertunjukan tari tradisional Papua, sementara yang lain memainkan musik dengan penuh semangat.
Acara tersebut menjadi bukti bahwa prestasi akademis dapat digabungkan dengan kreativitas dan seni, menciptakan momen kelulusan yang tak terlupakan bagi siswa-siswi SMK Negeri 3 Jayapura.
“Semoga keberhasilan mereka ini menjadi motivasi bagi generasi muda Pacitan untuk selalu berusaha meraih prestasi yang lebih tinggi dalam pendidikan dan berkontribusi positif pada masyarakat,” tutupnya. (kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…