Adapun alasan pihaknya sekolah untuk mewajibkan para siswa mengenakan baju batik dalam acara perpisahan itu, yakni agar siswa tidak melakukan coret-coret baju. Diketahui SMK Negeri 3 Jayapura menerapkan aturan tersebut sejak dua tahun yang lalu.
“Kalau beginikan enga mungkin batik-batiknya di piloks, yang dua tahun kemarin itu berturut-turut itu laki-laki pake Jas dan perempuan pake kebaya,” ujarnya.
Seperti diketahui selama acara tersebut, para siswa-siswi memamerkan berbagai bakat mereka. Ada yang menyajikan pertunjukan tari tradisional Papua, sementara yang lain memainkan musik dengan penuh semangat.
Acara tersebut menjadi bukti bahwa prestasi akademis dapat digabungkan dengan kreativitas dan seni, menciptakan momen kelulusan yang tak terlupakan bagi siswa-siswi SMK Negeri 3 Jayapura.
“Semoga keberhasilan mereka ini menjadi motivasi bagi generasi muda Pacitan untuk selalu berusaha meraih prestasi yang lebih tinggi dalam pendidikan dan berkontribusi positif pada masyarakat,” tutupnya. (kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…
Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…
Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…
Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…
“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…
Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…