

RSUD Biak kini menjelma menjadi pusat pelayanan neurologi
Pertama Terapkan ‘Cold Stroke’ dengan BPJS
BIAK – Kabar gembira bagi masyarakat Biak Numfor dan Papua pada umumnya! RSUD Biak kini menjelma menjadi pusat pelayanan neurologi yang semakin komprehensif dan unggul di Tanah Papua. Ini diungkapkan oleh Dr. Gerard A Juswanto, Sp.S Spesialis Saraf Neurologi RSUD Biak, menyusul peresmian fasilitas baru Ruang Perawatan Neurologi akhir pekan kemarin.
Dr. Gerard menjelaskan bahwa Ruang Perawatan Neurologi yang baru dilengkapi dengan perawat-perawat terlatih yang telah mendapatkan pendidikan khusus di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON). Langkah ini sejalan dengan prioritas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada penanganan KJSU (Kanker, Jantung, Strok, dan Urunefrologi), khususnya dalam tata laksana penyakit strok dari awal hingga akhir.
Keunggulan RSUD Biak semakin ditegaskan dengan keberadaan alat Catheterization Laboratory (Cat Lab) yang sudah siap beroperasi.
“Sebelumnya kita sudah punya fasilitas alat Cat Lab itu, alat yang sudah siap beroperasi. Dan hanya di RS Provita dan RSUD Biak yang memiliki alat tersebut. Tempat lain belum ada,” ungkap Dr. Gerard, Senin (5/5).
Lebih istimewa lagi, RSUD Biak menjadi yang pertama di Papua yang dapat melayani pasien stroke dengan fasilitas Cat Lab menggunakan jaminan BPJS Kesehatan.
“Untuk yang bisa terlaksana secara menggunakan BPJS pertama kali di RSUD Biak, karena di luar RSUD Biak di Papua itu tidak dapat mengakses BPJS untuk pasien yang menggunakan fasilitas Cat Lab bagi pasien neurologi atau strok,” jelasnya.
Page: 1 2
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…