Categories: METROPOLIS

Kapal Berlayar Harus Ada Izin Tertulis Gubernur

Kepala KSOP  Kelas II Jayapura Ferra J Alfaris

JAYAPURA- Kapal-kapal bertengker di Pelabuhan Laut Jayapura, Senin (6/4). Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura pastikan tidak akan memberikan izin kepada setiap kapal yang ada di wilayah untuk beroperasi di beberapa daerah di Papua.

 Kepala KSOP  Kelas II Jayapura Ferra J Alfaris menyebutkan, sejak diberlakukan pembatasan sosial sejak 26 maret  lalu. Pihak KSOP tidak lagi memberikan izin kepada setiap kapal yang hendak berlayar di seputaran wilayah Papua.

 Terkecuali lanjut Ferra, kapal tersebut mengangkut Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, mengangkut tenaga medis, mengangkut sembako dan mengangkut kebutuhan mendasar masyarakat  yang benar-benar urgent bagi masyarakat yang ada di wilayah papua.

 “Namun dengan catatan, kapal yang berlayar tersebut harus memiliki izin tertulis dari Gubernur Provinsi Papua dan sesuai prosedur yang dipenuhi,” terang Ferra kepada Cenderawasih Pos melalui telfon selulernya, Senin (6/4).

 Ferra mengaku bahwa hingga saat ini tidak ada lagi kapal-kapal yang berlayar dengan membawa penumpang beroperasi di wilayah Papua. Hal ini sebagaimana mengikuti arahan dari pemerintah setempat. “Saya tidak akan pernah memberangkatkan kapal tanpa ada izin dari gubernur,” tegasnya.

 Penegasan yang disampaikan Kepala KSOP ini sehubungan dengan pada Minggu (5/4). Dimana  KM. Lestari Permai berangkat jam 12.00 WIT menuju Pelabuhan Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya dengan mengangkut muatan alat kesehatan, obat-obatan, sembako, APD dan  crew kapal sebanyak 12 orang disuruh kembali ke Pelabuhan Laut Jayapura ketika kapal sudah tiba di Demta.

 Padahal sebelumnya telah dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh petugas KKP Jayapura kepada  7 orang pengikut yang terdiri dari dinas kesehatan Mamberamo Raya, petugas dinas perhubungan Mamberamo Raya dan pihakan keamanan. 

 Ia juga menyayangkan kejadian ini hingga memerintahkan kapal pengangkut alat kesehatan itu kembali ke Pelabuhan Laut Jayapura. Padahal sebelumnya surat dari Bupati Mamberamo Raya sudah diteruskan ke Gubernur Provinsi Papua soal pengiriman alat kesehatan itu. “Dengan sangat menyesal saya gagal membantu mayarakat Mamberamo, padahal ini masalah yang sangat urgent,” pungkasnya. (fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Tiap Kampung Adat Punya Ciri Khas, Tidak Bisa Dijual Sembarangan

Sesekali, ketika lelah menyapa, beberapa mama berdiri, menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik, tawa pecah seketika.…

6 hours ago

Kantor Dipalang, Pelayanan Dialihkan ke Rumah Pribadi

Kantor Distrik Sentani kembali dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Kamis (23/4). Aksi…

8 hours ago

Berharap Ada Anak Selatan Papua Masuk Pembinaan Timnas Futsal

Seleksi dilakukan langsung Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra Indonesia Hector Souto. Pelatih asal Spayol ini…

9 hours ago

BBPJN Tangani Longsor di Ruas Jalan Trans Papua Segmen Yetti-Mamberamo

Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Balai Jalan (PJN) Wilayah II pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional…

10 hours ago

KONI Audiens denan Gubernur Papsel Bahas Persiapan Pra-PON

Audiensi tersebut untuk membahas persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) sekaligus menyampaikan laporan persiapan…

11 hours ago

Respon Cepost Polres Jayapura Bongkar Pemalangan

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Jayapura Iptu Slamet…

12 hours ago