Categories: METROPOLIS

Dishut Evaluasi Pemanfaatan Perhutanan Sosial

JAYAPURA– Dinas Kehutanan dan Lingkungan hidup Provinsi Papua menggelar kegiatan Focus Grup Discussion (FGD)  untuk monitoring dan evaluasi perkembangan pemanfaatan perhutanan sosial di Papua.

   Kepala Bidang Perlindungan Hutan, Dishut LH Papua, Ayub Wosiri mengatakan, perlindungan hutan dalam konteks perhutanan sosial selama ini masih memandang bahwa pengelolaan dan pemanfaatan hutan sebagai sumber daya alam penghasil kayu.

  Kondisi ini mendorong eksploitasi kayu untuk memenuhi pasar secara intensif untuk memenuhi pasar industri maupun domestik tanpa memperhatikan nilai manfaat lain yang dapat diperoleh dari hutan dan kelestarian ekosistem hutan.

  “Sebagai akibat dari pemahaman tersebut telah terjadi penurunan luas manfaat dan kualitas ekosistem hutan dari waktu ke waktu,” ujar Ayub Wosiri, Rabu (4/12).

   Oleh karena itu melalui program perhutanan sosial bertujuan untuk pelestarian hutan melalui keterlibatan masyarakat desa sekitar hutan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pola pemberdayaan dalam mengelola hutan secara berkelanjutan.

   Perhutanan sosial membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitar hutan untuk mengajukan hak pengelolaan areal hutan kepada pemerintah, untuk dikelola dan mendapat manfaat dari hutan dengan cara-cara yang ramah lingkungan.

   Lanjut dia, Provinsi Papua memiliki kawasan hutan seluas kurang lebih 7.137.762 ha,  dari luas itu,  oleh KLHK telah dialokasikan hutan seluas 267.248,5 hektar realisasi perhutanan sosial di provinsi papua.  Hingga Agustus 2024 seluas 83.651 hektar atau mencapai 31,30% dengan jumlah SK perhutanan sosial,  yang telah diterbitkan sebanyak 42 unit dari 47 unit. Dimana 5 unit masih proses meliputi skema hutan desa seluas 58,738 hektar sebanyak 36 unit, hutan tanaman rakyat seluas 288 hektar sebanyak 1 unit, hutan adat seluas 23.613 sebanyak 6 unit dan kemitraan kehutanan seluas 1.112 sektor sebanyak 5 unit.

   “Kegiatan FGD  monitoring dan evaluasi   perkembangan perhutanan sosial di provinsi papua untuk membangun sinergitas para pihak yang terlibat secara terintegrasi dan kolaboratif dan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan perhutanan sosial di papua, termasuk  masalah, kendala yang dihadapi serta mencari titik tengah dan benang merah dalam rangka perencanaan pelaksanaan perhutanan sosial di tahun 2025,”tambahnya.(roy/ri).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

1 day ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

1 day ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

1 day ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago