

Pangan lokal yang banyak dijual di pasar tradisional di Kota Jayapura. Masyarakat diajak untuk mengkomsumsi pangan lokal, terutama untuk atasi stunting. (foto:Dok/Cepos)
JAYAPURA_Penjabat Gubernur Papua Ramses Limbong menyebut kandungan gizi pada pangan lokal daerah itu baik, dan dapat menurunkan angka stunting, karena itu masyarakat diajak agar mengkonsumsi makanan tersebut.
“Pangan lokal di Papua ini memiliki kandungan gizi yang baik seperti sagu, jagung, umbi-umbian,” katanya di Jayapura, Senin (4/11).
Limbong mendorong agar kepala daerah di sembilan kabupaten/kota agar gencar meningkatkan produksi pangan lokal tersebut. “Pemprov Papua bersama instansi terkait lainnya terus bekerja keras untuk mempercepat penurunan angka stunting yang saat ini masih yakni 28,6 persen,” ujarnya.
Dia menjelaskan, saat ini sangat penting mendorong para penjabat di kabupaten dan kota untuk memiliki inovasi dengan melihat potensi-potensi apa yang dapat dikembangkan, sehingga memiliki dampak perekonomian bagi masyarakat.
“Jadi harus memanfaatkan kearifan lokal, ya misalnya ikan di Papua, bagaimana mengatasi kendala-kendala, khususnya dalam pemenuhan gizi stunting, lalu sagu, jagung, dan hasil pangan lokal lainnya,” katanya.
Dia juga menambahkan, harus ada inovasi dan kreativitas dari kepala daerah agar potensi ini dapat berkembang dengan baik. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…